RS Buka Peluang Mediasi Jika Penganiaya Perawat Minta Maaf

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 17:28 WIB
Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando menegaskan dukungan manajemen rumah sakit terhadap perawat Christina yang mengalami kasus penganiayaan. Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando menegaskan dukungan manajemen rumah sakit terhadap perawat Christina yang mengalami kasus penganiayaan. Ilustrasi. (Dok. RS Siloam).
Palembang, CNN Indonesia --

Manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang membuka peluang mediasi bagi Jason Tjakrawinata dengan perawat, Christina Ramauli, atas kasus kekerasan yang terjadi. Saat ini, Polrestabes Palembang telah menahan dan menetapkan Jason sebagai tersangka, Sabtu (17/4).

Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando mengatakan, manajemen rumah sakit sangat mendukung penuh perawat Christina dalam menempuh proses hukum kejadian tersebut.

Dalam melengkapi laporannya pun, RS Siloam Sriwijaya Palembang memberikan rekaman CCTV kepada penyidik kepolisian dan mempersilakan sejumlah perawat rekan Christina untuk menjadi saksi.


Namun, pihak rumah sakit tidak menutup kemungkinan untuk kasus ini berakhir dengan mediasi apabila ada itikad baik dari tersangka Jason. Namun hingga saat ini belum ada itikad baik dari tersangka Jason maupun keluarganya untuk meminta maaf langsung kepada manajemen rumah sakit atau perawat Christina.

"Terkait kasus ini, perawat yang melapor. Jadi saya serahkan sepenuhnya keputusan ke perawat. Kalau setelah laporan polisi pelaku minta maaf dan perawat memaafkan, ya apa salahnya (mediasi)," ujar Bona.

Dalam kejadian yang memicu kekerasan tersebut terjadi, Bona berujar korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Kami menyesali tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan, ini tidak bisa ditolerir. Kami sudah serahkan semuanya kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan dan menindak pelaku kekerasan dengan tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Christina mencabut selang infus karena anak JT sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Namun Bona enggan membeberkan secara detail kronologi kejadian yang menyebabkan korban Christina dianiaya oleh JT karena sudah ranah polisi untuk menyelidikinya.

Saat ini korban masih dirawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang karena luka yang dideritanya. Christina juga disebut mengalami trauma psikis yang membekas atas kasus penganiayaan tersebut.

(idz/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK