Belajar Tatap Muka di Kapuas Hulu Dihentikan Karena Covid-19

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 10:19 WIB
Disdikbud Kapuas Hulu, Kalbar, menghentikan proses belajar tatap muka untuk SD dan SMP di Selimbau karena konfirmasi kasus covid-19. Disdikbud Kapuas Hulu, Kalbar, menghentikan proses belajar tatap muka untuk SD dan SMP di Selimbau karena konfirmasi kasus covid-19. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menghentikan sementara proses belajar tatap muka untuk sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Selimbau. Hal ini dikarenakan kasus covid-19.

"Pembelajaran tatap muka di Selimbau dihentikan dan dialihkan dengan belajar di rumah karena di Kecamatan Selimbau ada yang terkonfirmasi positif covid-19," ujar Kepala Disdikbud Kapuas Hulu Petrus Kusnadi di Putussibau, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4).

Belajar tatap muka dihentikan sejak 19 hingga 24 April 2021 berlaku di SDN 01 Selimbau, SDN 02, SDN 03, SDN 04, SDN 05, SDN 06, SMPN 01, dan SMPN 04 Selimbau.


"Untuk pendidik dan tenaga kependidikan tetap masuk sekolah seperti biasa dengan protokol kesehatan dan memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan pembelajaran dari rumah," imbuh dia.

Petrus melanjutkan pemberhentian pembelajaran tatap muka sebagai komitmen Disdikbud Kapuas Hulu dalam menjaga keselamatan peserta didik dari covid-19.

"Dari awal kami sudah sampaikan apabila ada yang terkonfirmasi covid-19, maka sekolah di daerah tersebut dihentikan pembelajaran tatap muka. Salah satu yang mengalami persoalan yang sama, yaitu Kecamatan Seberuang, pernah kami hentikan sementara proses belajar tatap muka," jelasnya.

Sementara sekolah lainnya, ia menegaskan Disdikbud Kapuas Hulu terus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk perkembangan data sebaran covid-19.

Pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, begitu juga terhadap orang tua wali dan seluruh lapisan masyarakat.

"Penyebaran covid-19 tidak bisa dianggap sepele, apalagi menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak didik kita, saya kembali tegaskan satuan pendidikan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Disebutkan untuk vaksinasi terhadap guru akan dilakukan secara bertahap, meskipun demikian protokol kesehatan wajib tetap dilaksanakan.

(bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK