Penyidik Usut Pengakuan Ajay Dipalak Rp1 Miliar 'Orang KPK'

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 15:00 WIB
Jubir Penindakan KPK menyatakan pihaknya memliki saluran aduan informasi@kpk.go.id atau call center 198 jika ada orang-orang yang mengaku dari petugas KPK. Terdakwa kasus dugaan suap perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi, Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bakal mendalami pengakuan terdakwa kasus dugaan suap Wali Kota nonaktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, yang menyebut sempat dimintai uang sebesar Rp1 miliar oleh pihak yang mengaku dari lembaga antirasuah tersebut dengan iming-iming tidak ditangkap.

"Di persidangan, JPU [Jaksa Penuntut Umum] KPK tentu akan dalami pengakuan terdakwa [Ajay Muhammad Priatna] dimaksud," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (20/4).

Lebih lanjut, Ali meminta agar masyarakat selalu waspada apabila ada pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK dengan segala atribut palsu dan melakukan pengancaman atau pemerasan.


Menurut dia, peristiwa semacam itu sudah sering kali terjadi. Untuk itu, Ali meminta agar masyarakat melapor ke KPK melalui saluran [email protected] atau call center 198.

"Kami memastikan, dalam menjalankan tugas, pegawai KPK dibekali surat tugas, identitas resmi dan tidak meminta fasilitas ataupun imbalan apa pun bentuknya kepada pihak yang ditemui," tambah juru bicara berlatar belakang jaksa ini.

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna mengklaim sempat dimintai uang Rp1 miliar oleh pihak yang mengaku dari KPK dengan iming-iming tak dijerat operasi tangkap tangan.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap Rp1,6 miliar terkait proyek pembangunan RSU Kasih Bunda dengan terdakwa Ajay, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (19/4).

Dalam sidang ini, JPU KPK menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan sebagai saksi.

"Pak Wali Kota diminta sejumlah uang oleh orang yang mengaku dari KPK, beliau mengatakan Rp1 Miliar. Saya bilang, aduh mahal banget, kita uang dari mana," ungkap Dikdik.

Dikdik menyebut nama orang KPK yang memerasnya itu adalah Roni. Pria itu datang ke kantornya mengaku orang KPK dengan segala indentitasnya. Menurut Ajay, sempat terjadi negosiasi dengan orang tersebut. Semula, orang tersebut meminta Rp500 juta.

Dalam sidang tersebut, JPU KPK Budi Nugraha menanggapi pengakuan saksi dan terdakwa akan menggali informasi orang yang dimaksud tersebut pegawai asli KPK atau bukan.

"Faktanya, sampai hari ini pun kita tanyakan kepada saksi, saksi tidak mengetahuinya. Tapi kita ingin tahu apakah betul orang KPK atau bukan. Nanti mungkin ketika pemeriksaan terdakwa, kita akan kejar ini," kata Budi.

Budi justru mempertanyakan sikap Ajay jika ada oknum yang memeras, seharusnya hal itu dilaporkan kepada pihak kepolisian atau KPK.

(ryn/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK