Bos EDCCash Jadi Tersangka Penipuan dan Langsung Ditahan

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 15:15 WIB
Dalam penggeledahan, polisi menyita 14 kendaraan roda empat, dan uang tunai berupa rupiah ataupun mata uang asing dari kediaman tersangka. Ilustrasi penangkapan. (iStockphoto/Milan Markovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan CEO perusahaan E-Dinar Coin Cash (EDCcash), Abdulrahman Yusuf sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Edccash menggalang dana investasi dari masyarakat berupa mata uang kripto yang ilegal dan tak terdaftar di otoritas pemerintahan seperti OJK ataupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

"Enam (tersangka) pokoknya termasuk CEO-nya itu ditahan. Terhitung ditangkap kemarin," kata Kepala Bagian Peneranagn Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/4).


Ramadhan mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menuturkan mengenai perkara kepada publik saat ini. Pasalnya, kata dia, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto akan menggelar konferensi pers pada Rabu (21/4).

Namun demikian, Ramadhan mengatakan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan dan penyitaan aset-aset milik tersangka.

"Sudah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka AY (Abdulrahman Yusuf)," katanya.

Polisi turut menyita 14 kendaraan roda empat, dan uang tunai berupa rupiah ataupun mata uang asing dalam penggeledahan itu.

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di rumah tersangka H di Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, polisi menyita sejumlah barang mewah sebagai alat bukti.

Para tersangka ditangkap atas laporan bernomor LP/135/2021/Bareskrim tanggal 22 Maret 2021. Mereka dijerat atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Para korban sudah dilakukan pemeriksaan dan para korban terus jumlahnya terus bertambah," katanya.

Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK sendiri telah memasukkan EDCCash sebagai daftar investasi ilegal karena melakukan kegiatan jual beli uang kripto tanpa izin.

Satgas bahkan menduga investasi ilegal ini menggunakan skema ponzi untuk menarik minat para member. Pasalnya, EDCCash menjanjikan keuntungan dengan cara merekrut member baru ke dalam komunitas dan menambang EDCCash, tapi harus membeli koin itu terlebih dahulu.

EDCCash ini masuk ke dalam daftar 32 usaha investasi ilegal yang kegiatannya sudah ditutup atau dihentikan pada 20 Oktober tahun lalu.

Tercatat ada dua situs yang juga diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yakni https://edccash.com/ dan https://edccash.weebly.com/.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK