Kemendikbud Bentuk Tim Pengoreksi Draf Kamus Sejarah

Kemendikbud, CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 12:22 WIB
Kemendikbud mengungkapkan secara teknis penyusunan buku dimulai pada 2017 sebelum kepemimpinan Nadiem Anwar Makariem. Kemendikbud mengungkapkan secara teknis penyusunan buku dimulai pada 2017 sebelum kepemimpinan Nadiem Anwar Makariem. (Foto: Arsip Kemendikbud)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan membentuk tim pengoreksi yang melibatkan Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini dilakukan merespons protes tentang hilangnya nama pendiri NU Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

"Tim pengoreksi akan dibentuk dengan melibatkan organisasi yang turut membangun negara ini, termasuk dengan Nahdlatul Ulama," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid pada kegiatan Bincang Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (20/4).

Untuk memastikan isu tidak jadi berlarut, saat ini Kemendikbud telah mengeluarkan instruksi untuk menurunkan semua buku Kamus Sejarah Jilid I sampai dilakukan penyempurnaan lebih cermat. Secara substansi, kata Hilmar, sama sekali tidak ada niat atau tujuan menghapus bagian sejarah yang menuturkan tentang Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari.


Terlebih, sebelumnya Kemendikbud pernah menerbitkan buku bertajuk KH. Hasyim Asy'ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, serta berpartisipasi membangun Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur.

"Tidak ada niatan untuk menghapus bagian sejarah yang sangat penting. Di dalam draf buku kamus tersebut, sudah dimuat informasi tentang pendirian Nahdlatul Ulama dan disebutkan juga signifikansi KH. Hasyim Asy'ari pada beberapa halaman," ujarnya.

Lebih lanjut, secara teknis penyusunan dimulai pada 2017 sebelum kepemimpinan Nadiem Anwar Makariem selaku menteri. Penyusunan itu belum selesai karena panjangnya sejarah Indonesia sejak 1900. Namun karena tahun anggaran berakhir, maka draf naskah itu tetap dilaporkan dalam format PDD sebagai bentuk pertanggung jawaban.

"Draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I disusun tahun 2017. Ini jelas sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim," ucap Hilmar.

Hal senada dilontarkan oleh Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Susanto Zuhi pada kesempatan yang sama. Susanto terlibat sebagai salah satu penyunting draf Kamus Sejarah Jilid I.

"Tahun 2017, draf buku kamus ini memang kami simpulkan belum sempurna. Nama KH. Hasyim Asy'ari ada pada uraian pendirian tokoh Nahdlatul Ulama. Bagaimana mungkin kita melupakan tokoh ini ketika berbicara pendirian Nahdlatul Ulama?" kata Susanto.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK