Nadiem: Kamus Sejarah Disusun 2017 Sebelum Saya Menjabat

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 15:08 WIB
Nadiem Makarim menyebut Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun sebelum dirinya menjabat Mendikbud. Kamus itu tidak memuat tokoh pendiri NU Hasyim Asy'ari. Nadiem Makarim menyebut Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun sebelum dirinya menjabat Mendikbud. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun sebelum dirinya menjabat sebagai Mendikbud. Pernyataan tersebut menyusul polemik kamus tersebut yang tidak memuat tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari.

"Kamus Sejarah ini disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat," kata Nadiem dalam unggahan video di Instagramnya @nadiemmakarim, Rabu (21/4).

Nadiem mengaku sudah menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi.


Selain itu, ia memerintahkan tim Kemendikbud untuk melakukan penyempurnaan kamus tersebut, baik secara teknis dan substansi. Termasuk mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak seperti NU.

Nadiem juga menyatakan Kemendikbud tidak mempunyai niatan untuk menghilangkan nama tokoh dalam jejak sejarah.

"Kemendikbud memastikan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa, termasuk KH Hasyim Asy'ari dan para tokoh penerusnya tidak pernah berubah," ucap dia.

"KH Hasyim Asyari adalah kiai guru dan panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak memprotes nama tokoh NU tersebut tak masuk Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengklarifikasi hilangnya nama Hasyim dalam kamus tersebut murni karena ketidaksengajaan.

Selain itu, ia juga mengatakan hal yang sama dengan Nadiem. Ia menyebut kamus tersebut disusun sebelum periode Nadiem menjabat sebagai Mendikbud.

"Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut," kata Hilmar dalam keterangan resmi yang disampaikan, Senin (19/4).

(yla/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK