PPNI: RS Siloam Palembang Ganti Satpam Usai Kasus Pemukulan

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 17:00 WIB
RS Siloam, menurut Ketua DPW PPNI Sumatera Selatan Subhan Haikal mengganti seluruh petugas keamanan usai insiden pemukulan perawat. Penganiaya Perawat di Mapolrestabes Palembang Jason Tjakrawinata. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia --

Manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang disebut mengganti dan memberhentikan petugas keamanan (satpam) yang bertugas saat peristiwa penganiayaan yang dilakukan Jason Tjakrawinata terhadap perawat Christina Ramauli terjadi. Satpam dianggap hanya menonton saat tersangka Jason melakukan penganiayaan dan tidak bertindak apa-apa.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya ada petugas keamanan yang diganti pasca kejadian tersebut.

"Setahu saya habis kejadian sekuriti yang ada di dalam video itu langsung diganti atau dikembalikan ke pihak ketiga," ujar Subhan, Kamis (22/4).


Dia mengungkapkan, RS Siloam Sriwijaya Palembang menggunakan vendor pihak ketiga untuk mendapatkan jasa petugas keamanan. Sehingga setelah dilakukan evaluasi selepas peristiwa penganiayaan, hasilnya petugas keamanan yang bertugas saat kejadian harus diganti.

Namun, dia tidak mengetahui secara pasti alasan petugas keamanan yang terekam dalam video tersebut tidak melakukan tindakan pengamanan dan segera melerai tindakan Jason terhadap Christina. Warganet sempat membully petugas keamanan yang terekam dalam video yang tersebar karena tidak berbuat apa-apa saat Christina dianiaya.

"Yang tersebar di video kejadian itu kan ada dua sekuriti, tapi untuk jumlah pasti yang digantinya tidak tahu. Yang pasti sudah diganti semua," ungkap dia.

Sementara itu manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang belum memberikan pernyataan resmi terkait petugas keamanan tersebut. Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Palembang Bona Fernando tidak merespon upaya CNNIndonesia.com untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Kekerasan yang dialami Christina Ramauli S (28) mencuat setelah video kekerasan yang dialaminya diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang hingga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, Jason yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya. Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah Jason untuk kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan Jason untuk menyelamatkan diri.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/4) dan Christina membuat laporan polisi pada Jumat (16/4) ke Polrestabes Palembang. Akibat penganiayaan tersebut, Christina mengalami luka lebam di wajah dan perut.

Saat ini perawat Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut. Manajemen RS sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mencabut jarum infus dari tangan anak JT.

Jason pun akhirnya ditangkap di kediamannya Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Jumat (16/4) malam sekitar pukul 21.00. Hingga Sabtu (17/4) pagi, Jason ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polrestabes Palembang.


(idz/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK