Jason Dilaporkan Turut Merusak HP Perawat RS di Palembang

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 15:13 WIB
Rekan kerja korban penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya Palembang kembali melaporkan Jason Tjakrawinata terkait kasus perusakan barang. Pelaku Pemukulan Perawat RS Siloam Sriwijaya. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia --

Tersangka penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Jason Tjakrawinata kembali dilaporkan ke kepolisian atas perusakan barang. Jason sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan perawat Christina Ramauli.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Palembang Komisaris Abdullah mengatakan, laporan perusakan barang tersebut dilakukan oleh rekan korban Christina sesama perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Jason dilaporkan merusak telepon seluler atau handphone (HP) yang digunakan perawat tersebut saat merekam perbuatan tersangka menganiaya Christina.

Melihat perawat tersebut merekam dirinya, Jason merenggut ponsel tersebut kemudian membantingnya ke lantai hingga rusak.


"Laporan tersebut dibuat Sabtu (17/4) atau satu hari setelah korban Christina melapor ke Polrestabes Palembang. Identitas pelapor nanti saya lihat lagi di laporannya, yang pasti sudah diterima laporannya," kata Abdullah, Senin (19/4).

Abdullah menjelaskan, ponsel yang dirusak tersebut bermerek Oppo senilai Rp3,1 juta. Atas laporan tersebut, Jason diancam dengan pasal berlapis 170 KUHP tentang perusakan ancaman penjara maksimal lima tahun enam bulan.

"Untuk kasus ini masih belum dijadikan tersangka. Karena penyidik masih menyelesaikan kasus penganiayaannya dulu. Setelah selesai penyelidikan yang satu selesai, baru untuk kasus pasal 170 KUHP-nya," ungkap dia.

Sementara itu, penyidik saat ini sudah memeriksa beberapa barang bukti serta saksi peristiwa penganiayaan yang dilakukan Jason terhadap Christina. Beberapa saksi yang telah diperiksa yakni petugas keamanan dan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Namun kepolisian belum sempat memeriksa M, istri dari tersangka Jason. Sebelum kejadian penganiayaan tersebut M melapor ke suaminya bahwa tangan anaknya berdarah usai dilepas selang infus oleh korban Christina.

"Untuk istri korban belum tahu kapan akan diperiksa, yang jelas kasusnya masih diselidiki Satreskrim," ujar dia.

Kekerasan yang dialami Christina Ramauli S (28) mencuat setelah video kekerasan yang dialaminya diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang hingga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, Jason yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya. Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah Jason untuk kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan Jason untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/4) dan Christina membuat laporan polisi pada Jumat (16/4) ke Polrestabes Palembang. Akibat penganiayaan tersebut, Christina mengalami luka lebam di wajah dan perut.

Saat ini perawat Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut. Manajemen RS sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mencabut jarum infus dari tangan anak JT.

Jason pun akhirnya ditangkap di kediamannya Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Jumat (16/4) malam sekitar pukul 21.00. Hingga Sabtu (17/4) pagi, Jason ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polrestabes Palembang.

(idz/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK