Bantuan Luar Negeri Cari KRI Nanggala Dinilai Sesuai ISMERLO

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 20:16 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyebut permintaan bantuan pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 telah sesuai ketentuan International. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut pengiriman distres atau permintaan bantuan pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali telah sesuai ketentuan yang berlaku di International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO).

Hal ini juga dilakukan Yudo atas seizin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar bisa menerima bantuan dari negara-negara tetangga terkait penyelamatan kapal yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) pagi itu.

"Dan kemarin atas seiizin panglima TNI kita distres pada negara-negara yang tergabung dalam konferensi kapal selam yang selama ini sudah terjalan dengan negara-negara yang memiliki kapal selam sehingga negara-nagara ini siap membantu," kata Yudo saat menyampaikan konferensi pers di Bali, Kamis (22/4).


Beberapa negara, kata Yudo, sudah memberi bantuan dengan mengirim kapal rescue ke perairan Bali. Negara itu antara lain Singapura dan Malaysia.

"Jadi ini sudah kesepakatan di dalam konferensi, jadi siapa pun yang mengalami kedaruratan wajib memberikan bantuan keselamatan. Semuanya untuk membantu kemanusiaan, tidak ada politik," kata dia.

Satu dari lima kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala dengan nomor lambung 402 hilang kontak sesaat sebelum menembakkan rudal nomor delapan di perairan Bali. Kapal itu mengangkut 53 orang yang terdiri dari Asintel, ABK dan satu komandan kapal.

Kapal diduga tenggelam hingga kedalaman 600-700 meter di wilayah perairan Bali. Kapal juga diprediksi mengalami keretakan hingga menyebabkan kebocoran BBM.

(tst/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK