Airlangga soal Covid-19 India: Arahan Presiden Harus Waspada

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 17:03 WIB
Ketua KPCPEN, Airlangga mengungkapkan Presiden Jokowi menginstruksikan seluruh pihak untuk waspada menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di India. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. (Lukas - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pihak untuk waspada menyusul lonjakan kasus virus corona di India.

Kendati menurut dia kondisi pandemi Covid-19 di India tak bisa disamakan dengan Indonesia, tapi warga tetap diminta berjaga dan hati-hati.

"Terkait dengan baik third wave di negara India, artinya Indonesia ini posisinya tidak sama dengan India. Arahan bapak presiden kita harus ingat dan waspada, tetapi tentu kita mempunyai penanganan yang berbeda," tutur Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/3).


Menurut Airlangga, pemerintah telah mengambil keputusan untuk menyikapi lonjakan Covid-19 di India. Mulai 25 April mendatang, lanjut dia, pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari.

Sementara bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari, tetap diizinkan masuk.

"Sedangkan bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat," ucap dia.

Airlangga mengatakan nantinya bakal ada sejumlah titik yang menerima kedatangan WNI di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Kualanamu dan Bandara Sam Ratulangi. Sementara untuk pelabuhan laut ada di Batam, Tanjung Pinang dan, Dumai.

"Sedangkan untuk batas darat adalah Entikong, Nunukan dan Malinau. Ini terkait dengan kepulangan PMI [Pekerja Migran Indonesia] dari Malaysia," terang Airlangga.

India sebelumnya mencatatkan kasus harian Covid-19 mencapai lebih dari 300.000 kasus selama 24 jam pada Kamis (22/4). Angka itu menjadi kasus harian tertinggi di dunia selama pandemi berlangsung, mengalahkan Amerika Serikat.

Suasana konter check-in penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional  Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menetapkan larangan sementara masuk dan transit ke wilayah Indonesia bagi Warga Negara Asing (WNA) mulai tanggal 2 April 2020 hingga waktu yang belum ditentukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 menyebabkan maskapai penerbangan internasional mengambil langkah dan kebijakan berupa pemberhentian operasional sementara. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.Ilustrasi. Suasana di kawasan Bandara Internasional Juanda Surabaya di tengah pembatasan demi mengerem penularan virus corona. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia sebelumnya juga mewanti-wanti kemungkinan potensi lonjakan kasus di RI jika warga tidak disiplin dan lengah. Peringatan disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito bertolok pada grafik Covid-10 secara global.

Dia mengingatkan, sebaran kasus Covid-19 di Indonesia dapat berujung fatal jika protokol kesehatan 3M di lingkungan masyarakat lalai diterapkan.

"Apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan kita dapat mengalami lonjakan kasus yang signifikan dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/4).

Wiku lantas membeberkan, selain India, negara lain yang berjibaku melawan lonjakan kasus dan kematian adalah Turki dan Brazil. Turki mengalami penambahan angka positif 60 ribu kasus per hari. Padahal pada Januari 2021 masih berada di kisaran 5 ribu per hari.

Sementara Brazil mengalami lonjakan kasus hingga 50-70 ribu per hari sejak Oktober 2020 lalu. Kondisi di tiga negara itu membuat kasus Covid-19 global pun ikut meningkat.

Infografis Negara yang Terapkan Travel Ban ke Inggris karena Mutasi CoronaInfografis Negara yang Terapkan Travel Ban ke Inggris karena Mutasi Corona. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(yoa/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK