DPR: KKB Papua Pantas Disebut Kelompok Terorisme

CNN Indonesia | Senin, 26/04/2021 13:30 WIB
DPR menyebut KKB Papua pantas didefinisikan sebagai kelompok terorisme seperti yang dijelaskan dalam UU Terorisme. Ilustrasi. DPR menyebut KKB Papua layak disebut sebagai kelompok terorisme. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sudah pantas didefinisikan sebagai kelompok terorisme.

Menurutnya, aksi-aksi yang dilakukan KKB di Papua sudah membahayakan orang lain dan mengancam keselamatan negara, sebagaimana tertuang di Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi UU.

"Iya definisi dari UU Nomor 5/2018 tentang Terorisme itu adalah aksi teror yang membahayakan orang lain dan mengancam keselamatan negara. Jadi mereka itu pantas didefinisikan sebagai terorisme," kata Tamliha kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/4).


Politikus Partai Golkar itu menyatakan bahwa KKB di Papua bisa diproses pidana dengan menggunakan UU Terorisme.

Senada, anggota Komisi I DPR Dave Laksono, menyatakan KKB di Papua sudah layak ditetapkan sebagai kelompok terorisme dan diproses pidana dengan menggunakan UU Terorisme.

"Kalau saya pribadi sudah layak, konsekuensi hukumnya kita bisa gunakan UU teroris untuk menindak mereka. Nanti dikenakan pasal berlapis salah satunya uu teroris," katanya.

Untuk diketahui, BIN kini melabeli KKB di Papua sebagai Kelompok Separatis dan Teroris (KST) usai terjadi penembakan hingga menewaskan Kepala BIN daerah Papua, Mayjen anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada Minggu lalu (25/4).

"Telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha saat melakukan kontak tembak dengan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua," kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulis, Senin (26/4).

I Gusti Putu Danny Karya Nugraha mendapat kenaikan pangkat usai gugur akibat baku tembak dengan KKB kelompok Lekagak Telengen di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Pangkatnya naik dari Brigjen menjadi Mayjen anumerta.

Putu kontak tembak ketika tengah melakukan observasi lapangan bersama sejumlah anggotanya di Kampung Dambet. Dia turun langsung lantaran ingin mengetahui kondisi terkini untuk menunjang misi pemulihan keamanan.

(mts/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK