Guru Lumpuh Usai Divaksin, Diduga Tak Terkait Vaksinasi Covid

CNN Indonesia | Kamis, 29/04/2021 13:38 WIB
Komnas KIPI mengatakan saat ini investigasi belum selesai terkait kejadian guru di Sukabumi lumpuh usai vaksinasi Covid-19. Foto ilustrasi vaksinasi Covid-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan peristiwa seorang guru yang lumpuh usai menjalani vaksinasi Covid-19 di Sukabumi, Jawa Barat, masih diinvestigasi.

Dari dugaan sementara, ia menyebut kasus itu tidak berkaitan dengan vaksinasi Covid-19.

"(Kejadian) sedang diinvestigasi Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jawa Barat, diduga tidak terkait vaksinasi," kata Hindra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (29/4).


Ia mengatakan setelah investigasi selesai akan dilakukan audit bersama terhadap peristiwa itu.

"Setelah investigasi Komda selesai akan ada audit bersama antar-Komnas dan Komda, mudah-mudahan datanya lengkap," kata dia.

Seorang guru di Sukabumi bernama Susan disebut mengalami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi Covid-19 kedua. Ia kini masih menjalani rawat jalan setelah sekitar tiga minggu dirawat di RSHS Bandung.

Adik Susan, Yayu mengatakan kakaknya menjalani vaksinasi dosis kedua pada 31 Maret lalu. Saat penyuntikan itu Susan mengeluh pusing, mual hingga pandangan buram.

Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Palabuhanratu. Menurut Yayu, saat itu diagnosa dokter menyebut Susan memiliki autoimun.

Tidak lama di RS Palabuhanratu, Susan lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Ia dirawat selama tiga pekan di rumah sakit tersebut.

"Keluar tanggal 23 (April). Sekarang sudah di rumah, tinggal rawat jalan saja seminggu sekali. Tapi kondisinya masih belum bisa melihat dan belum bisa jalan. (Pandangan) buram. Waktu di RSHS malah sempat blank (pandangannya)," kata Yayu saat dihubungi.

(yoa/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK