Akhir Cerita Rekayasa Babi Ngepet Depok, Pelaku Terancam Bui

CNN Indonesia | Jumat, 30/04/2021 07:18 WIB
Orang yang mengembuskan isu babi ngepet Adam Ibrahim menyatakan penyesalannya. Ia kini ditangkap polisi dan terancam dipenjara. Warga Depok sempat berbondong-bondong melihat babi dikurung karena disebut-sebut jelmaan babi ngepet. Namun, itu semua hanya cerita karangan seorang ustaz yang ingin terkenal (CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kehebohan cerita babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok berujung dengan ditangkapnya seorang ustaz bernama Adam Ibrahim oleh kepolisian. Cerita tersebut ternyata rekayasa yang dilakukan Adam agar terkenal di kampungnya.

Adam telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penyebaran berita atau informasi bohong. Ia dijerat Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Penangkapan dan penetapan Adam sebagai tersangka seolah menjadi akhir dari cerita warga Sawangan, Depok yang marah dengan keberadaan babi ngepet.


Warga sempat berbondong-bondong menyaksikan babi yang dikurung usai ditangkap. Babi yang dimaksud juga sempat disembelih di hadapan warga dan dimakamkan bak orang meninggal dunia. Kepolisian kini juga telah membongkar makam tersebut.

Usai ditangkap, Adam meminta maaf dan membuat sebuah pengakuan. Ia mengaku dirinya menyebarkan berita hoaks tentang babi ngepet. Alasannya yaitu untuk menyelesaikan permasalahan warga yang kerap kehilangan uang.

"Saya mohon maaf yang sebesarnya atas kejadian hari Selasa yang viral yaitu babi ngepet di mana itu adalah berita hoaks yang kami rekayasa," kata Adam kepada wartawan, Kamis (29/4).

Warga RT 02 RW 04 Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok meyakini telah menangkap babi ngepet yang telah mencuri uang warga dalam sebulan terakhir.Adam Ibrahim mengaku menyebarkan isu babi ngepet. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka. (CNN Indonesia/ Thohirin)

"Ini rekayasa saya pribadi untuk menyelesaikan apa yang diskusikan kepada saya tentang kejadian hilang itu tidak ada lagi," lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolres Kota Depok, Komisaris Besar Imran Siregar menyebut Adam sengaja menyebarkan isu soal babi ngepet kepada warga di Sawangan, Depok karena ingin terkenal di kampungnya.

"Tujuan mereka adalah supaya dia lebih terkenal di kampungnya. Karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya, tapi tokoh enggak terlalu terkenal," kata Imran kepada wartawan, Kamis (29/4).

Imran menjelaskan, cerita soal babi ngepet itu sudah disiapkan oleh pelaku kurang lebih sekitar satu bulan. Adam bahkan sampai membeli seekor babi via internet dengan harga Rp900 ribu guna menguatkan kebohongannya.

Harga tersebut belum termasuk dengan ongkos kirim. Untuk itu ia mengeluarkan Rp200 ribu lagi sehingga total yang ia keluarkan untuk menyebar berita hoaks adalah Rp1,1 juta.

"Jadi tersangka ini bekerjasama sekitar 8 orang membuat cerita mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu bener. Ternyata itu rekayasa dari tersangka dan teman-temannya," tutur Imran.

Setelah babi itu dibeli, Adam dan teman-temannya kemudian membahas soal pembagian peran yang akan mereka lakukan. Peran itu antara lain orang yang menangkap babi ngepet, orang yang mengaku telanjang, dan lain sebagainya.

"Kurang lebih delapan orang tadi, seolah-olah mengarang cerita: ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, dua orang pergi naik motor, tiba 1,5 jam berubah jadi babi dan itu tidak benar. Ini sudah terencana," ucap Imran.

(yla/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK