Banten Tangkal Warga Jabodetabek, Kalbar Tolak Mudik Lokal

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 01:00 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim melarang warga Jabodetabek masuk Serang, sementara Gubernur Kalbar ancam karantina pemudik di wilayahnya. Ilustrasi pemudik. (Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Serang, CNN Indonesia --

Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dilarang masuk ke wilayah Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang, selama masa larangan mudik lebaran 2021.

"Enggak boleh, orang Jabodetabek enggak boleh ke Serang, orang Serang enggak boleh ke Jabodetabek," kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), dalam keterangannya, Senin (03/5).

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melarang mudik pada periode 6 hingga 17 Mei. Meski begitu, Pemerintah membolehkan mudik lokal di wilayah yang aktivitas ekonomi dan sosialnya terkait erat alias aglomerasi, seperti di dalam wilayah Jabodetabek.


Wahidin menyebut hanya pegawai swasta, BUMN, aaratur sipil negara (ASN), TNI/Polri, dan orang dengan kepentingan khusus sesuai peraturan saja yang diperbolehkan melakukan perjalanan keluar wilayah aglomerasi. Jika masih membandel, mereka akan diminta kembali oleh petugas pemeriksaan.

Wahidin mengaku hanya bisa saja mengikuti peraturan tersebut. Dirinya pun, jika tidak ada keperluan pekerjaan, akan berdiam di rumah pribadinya di Kota Tangerang selama libur Idulfitri.

"Cuma gimana gubernur besok Idulfitri, dari Tangerang enggak boleh ke sini, tapi enggak apa-apa, gubernur di rumah aja. Kalau wilayah administrasi itu wilayah gubernur, itu kan sedang melaksanakan tugas," terangnya.

Selama pegawai sedang menjalankan tugasnya, WH tidak akan memberikan sangsi bagi ASN yang bepergian keluar wilayah aglomerasi.

Dia juga mempersilahkan karyawan yang sedang bertugas datang ke wilayahnya asalkan mengikuti prosedur yang berlaku, seperti membawa surat tugas hingga memiliki surat sehat bebas covid-19.

"[ASN tidak berkepentingan] ya enggak boleh, udah. Orang Tangerang juga ada yang tugas di Polda, kalau tugas mah boleh kali. Kejaksaan dari Jakarta juga ke sini boleh," ujarnya.

Terpisah, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengancam akan mengisolasi masyarakat, termasuk ASN, yang masih nekat untuk mudik di Lebaran 2021.

"Yang jelas mudik tetap dilarang. Kita sudah siapkan 700 kamar, kalau masih ngotot langsung isolasi, langsung karantina 14 hari. Saya nggak untuk nakut-nakuti, saya serius," katanya, Senin (3/5).

Sutarmidji pun mengatakan, fenomena mudik lokal, seperti dari Kota Pontianak ke 13 Kabupaten/Kota se-Kalbar juga tidak boleh dilakukan.

"Tetap tak boleh, mane ade mudik lokal? Enggak ada cerita mudik lokal, enggak ada cerita mudik interlokal. Mudik tak boleh, titik. Untuk ASN yang ketahuan, ada sanksinya. Saya cek nanti lokasinya (GPS), kalo off, artinya dia mudik," ujarnya.

Menurutnya, larangan mudik baik dari luar Kalbar atau di dalam daerah diberlakukan akibat meningkatnya Covid-19 di Kalbar di mana angka kematian bertambah secara drastis.

"Ini kondisi Kalbar dibandingkan dengan satu bulan yang lalu sudah ada peningkatan 2 kali lipat yang meninggal dan kasus meningkatnya sekitar 50 persen," ucapnya.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

"Biasanya angka positif aktif itu kurang lebih dibawah 500, sekarang ini sudah hampir seribu, artinya masa sembuh itu semakin lama," lanjut Sutarmijdi.

Disampaikannya, kenaikan jumlah kasus di Kalbar ini juga akibat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui pintu masuk perbatasan di Kalbar. Menurutnya, terdapat kasus-kasus yang banyak akibat kepulangan PMI ini.

"Karena saat ini kita juga menangani PMI yang pulang. PMI yang pulang itu positifnya lebih 100 orang juga. Untung sekarang sudah sembuh, sisa 9 orang yang masih isolasi," terang dia.

(ynd/dho/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK