Anies Pertimbangkan Izinkan Salat Idul Fitri di Area Terbuka

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 09:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan pelaksanakan salat Idul Fitri di masa pandemi Covid digelar di area terbuka. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov berencana mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 ini bisa digelar di area terbuka. Mengingat dengan kondisi tersebut pengaturan jarak antar-jamaah akan lebih mudah dilakukan. 

Ia mengatakan, regulasi peribadatan tersebut akan disesuaikan dengan Surat Edaran Sekda DKI.

"Kami mempertimbangkan untuk mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri di area terbuka, karena mudah untuk mengatur jaraknya. Regulasinya nanti sesuai dengan arahan Surat Edaran Sekda DKI. Jika kondisinya memungkinkan, semoga kita bisa istiqomah menjaga protokol kesehatan agar ikhtiar kita ini bisa berjalan dengan lancar," kata Anies dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (4/5).


Lebih lanjut, Anies mengajak semua pihak untuk tidak lengah terhadap potensi penularan Covid-19 pascalebaran. Ia mengingatkan, jika berkaca pada masa sebelum wabah, diperkirakan akan banyak terjadi mobilisasi masyarakat dari daerah ke Ibu Kota.

"Di situlah momen yang sangat vital dan paling berisiko, sehingga seluruh jajaran Forkopimda di DKI, bahkan tetangga kita di daerah penyangga Ibu Kota juga diajak untuk berkolaborasi dalam mengendalikan mobilisasi warga tersebut," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti membeberkan terdapat peningkatan kasus aktif yang fluktuatif di Ibu Kota dalam dua pekan terakhir.

Data menunjukkan pada 19 April terdapat 6.884 kasus aktif, kemudian angka tersebut naik menjadi 7.020 kasus aktif pada 3 Mei.

Namun demikian, dia mengklaim situasi pandemi masih terkendali. Sebab menurut dia, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta masih mencukupi dan persentase keterisian pun menurun.

Berdasarkan data, Widyastuti merinci, per 18 April jumlah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.087 unit dan terisi 2.691 unit atau 38 persen. Sementara pada 3 Mei, dari total 6.735 tempat tidur, sebanyak 2.385 unit atau 35 persen di antaranya telah terisi.

Adapun jumlah kapasitas ketersediaan ICU pada 18 April yakni 1.056 unit dengan keterisian 47 persen atau 500 pasien. Sedangkan pada 3 Mei, jumlah kapasitas ICU ada 1.027 dan terisi 425 atau terisi 41 persen.

"Masing masing ada penurunan 3 persen di tempat tidur Isolasi dan 6 persen untuk ICU, sehingga bisa dialihkan untuk pasien non Covid-19," kata Widyastuti.

Diketahui, untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus aktif Covid-19 menjelang dan pascalebaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 17 Mei.

Infografis Daftar 55 RW Rawan Corona di JakartaInfografis Daftar 55 RW Rawan Corona di Jakarta. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(yoa/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK