WNA Bawa Varian Corona Afrika Selatan di Bali Sudah Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 07:54 WIB
Satu kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1351 ditemukan pada WNA yang sempat tinggal di Bali. Namun kini WNA tersebut dinyatakan telah meninggal dunia. Warga mengamati Ogoh-ogoh yang dibuat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942 di Denpasar, Bali, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1351 ditemukan pada salah seorang warga negara asing (WNA) yang sempat tinggal di Bali. WNA yang kemudian diketahui merupakan pria 48 tahun itu dinyatakan telah meninggal dunia.

Namun demikian, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi belum bisa mengonfirmasi lebih lanjut asal negara WNA yang terinfeksi virus corona dengan mutasi asal Afrika Selatan itu.

"Iya, meninggal. [Asal negara] WNA varian Afrika Selatan mesti cek dulu ya," kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/5).


Sementara dari data yang dicatat di lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), disebutkan bahwa pengambilan sampel nasofaring dan orofaring WNA tersebut dilakukan sejak 25 Januari 2021.

GISAID sendiri merupakan sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS-CoV-2

Lebih lanjut, Nadia juga menjelaskan Indonesia telah mengidentifikasi dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 pada April ini. Temuan itu didapatkan secara berkala melalui metode pencarian strain baru virus corona Whole Genome Sequence (WGS).

Dari data GISAID, dua kasus tersebut diketahui berasal dari wanita berusia 32 tahun dan 38 tahun. Tercatat, pengambilan sampel nasofaring dan orofaring kedua orang tersebut dilakukan pada 3 April dan 22 April 2021.

"Yang varian India, satu WNA dan satu WNI," lanjut Nadia.

Nadia mengatakan WNA tersebut diketahui berasal dari India, sementara WNI sejauh ini masih ditelusuri riwayat perjalanannya. Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu pun belum bisa menargetkan pasti berapa jumlah orang yang akan ditelusuri kontak eratnya.

"Lihat kasus kontaknya ya," pungkasnya.

Adapun dengan berbagai temuan itu, sejauh ini terpantau sudah ada tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

Kabar temuan varian virus corona baru itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (3/5). Budi menyebut dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 asal India B1617 telah teridentifikasi di DKI Jakarta, sementara satu kasus temuan varian B1351 asal Afrika Selatan ditemukan di Bali.

Tak hanya itu, Budi juga menyebut kasus varian B117 saat ini sudah bertambah menjadi 13 kasus. Dengan temuan itu, Budi meminta pemerintah daerah dan juga masyarakat bersinergi dalam mengendalikan pandemi covid-19 secara bersama-sama.

Sebab, kedua varian baru ini menjadi mutasi virus corona yang saat ini tengah menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) akibat tingkat penularannya yang dinilai masif dan cepat. 

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK