TNI AL Sebut Torpedo Tak Bahayakan Evakuasi KRI Nanggala-402

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 23:32 WIB
Evakuasi KRI Nanggala-402, yang memiliki torpedo, dinilai tak membahayakan selama tak terpicu. Bagian KRI Nanggala 402 hasil citra ROV MV Swift Rescue, Minggu (25/4). Evakuasi armada dan senjatanya ini dinilai tak membahayakan. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Julius Widjojono mengklaim proses evakuasi KRI Nanggala-402 tak akan terhambat dengan keberadaan torpedo.

"Enggak [bahaya], itu tidak apa-apa. Aman itu," kata dia, di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5).

Pihaknya pun tak akan gegabah dalam melakukan pengangkatan kapal selam tersebut dari kedalaman 838 meter.


"Semuanya dihitung, torpedonya dihitung kemudian kondisinya, seperti itu kan kita tahu, butuh perhitungan yang matang dan tidak gegabah," katanya.

Terlebih, kata dia, torpedo tak akan meledak begitu saja tanpa ada pemicunya berupa benturan. "Torpedo kan impact (tumbukan). Kalau enggak impact enggak [meledak]," kata dia.

Di tempat yang sama, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksda TNI Muhammad Ali menambahkan tak ada batas waktu pengangkatan atau evakuasi KRI Nanggala-402.

"Masalah batas waktu itu tidak bisa tentukan batas waktu karena tergantung medan, situasi," kata dia.

Apalagi, kata dia, di bawah permukaan laut perairan Bali memang arusnya cukup tak terprediksi. Bahkan di perairan itu kerap muncul internal wave yang mesti diwaspadai sebab cukup membahayakan penyelam atau kapal selam yang tengah beroperasi.

"Di mana di Laut Bali kita ketahui juga ada internal wave yang disampaikan beberapa waktu lalu," kata Ali.

Diketahui, kapal selam buatan Jerman berusia lebih dari 40 tahun itu tenggelam pada Rabu (21/4). Sebanyak 53 awaknya dinyatakan 'berpatroli abadi' alias gugur.

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK