Eks Awak KRI Nanggala-402 Bantah Isu Kena Radiasi Serbuk Besi

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 01:47 WIB
Eks awak KRI Nanggala-402 meluruskan soal isu sakit akibat radiasi lantaran terlalu lama berada di kapal selam yang kini karam di perairan Bali itu. Ilustrasi awak kapal selam. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatkalsel) Koarmabar II TNI AL Kolonel Laut Iwa Kartiwa membantah isu dirinya terkena radiasi karena terlalu lama berada di kapal selam KRI Nanggala-402 yang kini telah karam di perairan Utara Bali.

Isu terkena radiasi itu sebelumnya dilontarkan oleh kakak kandung Iwa yang juga mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan.

Iwa mengaku saat ini tengah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya sejak 2017, namun itu tak ada hubungannya dengan KRI Nanggala-402.


"Saya seperti ini. Kalau dikatakan sakit, saya masih bisa beraktivitas, biarpun terbatas. Saya berangkat dari Tasikmalaya pakai kendaraan sendiri ke Jakarta," kata Iwa dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5).

Iwa mengakui memang pernah bertugas lama sebagai pengawak kapal selam. Dia juga pernah menjadi komandan KRI Cakra-401 dan pernah berdinas di KRI Nanggala-402.

Selama itu, dia mengaku tidak pernah terpapar radiasi serbuk seperti yang diungkap kakak kandungnya ke beberapa media.

"Ada isu saya terkena radiasi serbuk besi kapal selam karena terlalu lama. Itu tidak benar. Saya berdinas di kapal selam mulai sejak Letnan Dua, Letnan Satu, Kapten, Mayor, bersama teman-teman saya. Kami bagian yang tak bisa terpisahkan," kata Iwa sambil menangis membantah tudingan tersebut.

Lagi pula kata Iwa, kapal selam yang digunakan oleh para prajurit dimana pun telah didesain seaman mungkin untuk mengangkut orang di dalam air. Sehingga bisa dia pastikan penyebab sakit yang dialaminya bukan karena berdinas di kapal selam.

Hal ini kata Iwa bisa terbukti dari hasil rekam medis yang dia miliki. Selain itu rekan-rekan Iwa yang juga berdinas lama di kapal selam seluruhnya tidak ada yang jatuh sakit akibat terpapar radiasi di dalam kapal.

"Kondisi saya saat ini memang sejak lama karena kurang disiplin diri. Jadi saya kondisi sedang perawatan, tapi bukan karena dinas di kapal selam," tegas Iwa.

Di tempat yang sama, Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono menyebut memang telah beredar sejumlah informasi yang salah mengenai kondisi Iwa.

Mulai dari dikabarkan sakit parah hingga tidak bisa lagi berbicara, terkena radiasi serbuk kapal selam, menjual rumah untuk perawatan, tinggal di gang sempit, hingga kariernya tidak cemerlang.

"Kok bisa beliau dalam keadaan susah, sedih [akibat insiden KRI Nanggala-402] dengan rekan-rekan seperjuangan yang telah gugur di medan tugas, masih di-bully, masih dipolitisir," kata Julius.

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK