Operasi Ketupat 2021, 155 Ribu Aparat Menyebar di 381 Titik

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 10:46 WIB
155 ribu aparat TNI-Polri dan personel gabungan bakal ditempatkan di 381 pos penyekatan dan 1.536 pos pengamanan untuk mengawal larangan mudik lebaran 6-17 Mei. 155 ribu aparat TNI-Polri dan personel gabungan bakal ditempatkan di 381 pos penyekatan dan 1.536 pos pengamanan untuk mengawal larangan mudik lebaran 6-17 Mei.Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Ketupat 2021 pada 6-17 Mei, bertepatan dengan kebijakan larangan mudik. Total ada 155.000 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan tujuan dari Operasi Ketupat ini adalah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman terhindar dari bahaya Covid-19.

"Jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.000 personel gabungan terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI, serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja dan lain-lain," kata Istiono dalam apel pasukan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/5).


Ratusan ribu personel gabungan itu ditempatkan di 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik. Pos penyekatan ini tersebar di seluruh wilayah Sumatera hingga Bali.

Para personel gabungan juga disebar di 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamtibselcarlantas.

"Serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata dan lain-lain," ucap Istiono.

Kata Istiono, posko ini tak hanya sekedar melakukan pengamanan dan pelayanan. Namun, juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Pengawasan protokol kesehatan, mengecek dokumen yang harus dimiliki penumpang, yaitu hasil tes Covid-19 paling lambat 1x24 jam, SKIM dan sertifikat vaksinasi, melakukan rapid tes antigen secara acak pada penumpang," tutur Istiono.

Diketahui, pemerintah telah resmi melarang mudik lebaran selama 12 hari terhitung sejak 6-17 Mei 2021. Tujuannya sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

(dis/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK