Modal Surat dari Wisma Atlet, TKI Tak Bisa Mudik Naik Kereta

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 14:42 WIB
Tiga orang TKI yang selesai karantina di Wisma Atlet tak diizinkan menumpang kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta. Pemeriksaan penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri tidak diizinkan mudik menggunakan kereta api oleh petugas di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/5).

Surat Keterangan Sehat dan Rekomendasi Perjalanan yang diterbitkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet telah mereka tunjukkan kepada petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun semua itu tak berlaku.

Sopir yang menjadi mitra Wisma Atlet juga telah menjelaskan bahwa mereka adalah TKI yang telah melaksanakan karantina. Surat keterangan sehat dan rekomendasi perjalanan itu hanya berlaku 1 hari.


Namun, petugas mengatakan bahwa surat tersebut tidak cukup untuk melakukan perjalanan. Menurutnya, para TKI tersebut mesti membawa persyaratan untuk bepergian, yakni surat izin keluar/masuk (SIKM).

"Ini kan surat bebas Covid, bukan untuk surat jalan," kata petugas tersebut di ruang tunggu Stasiun Gambir, (6/5).

Merasa buntu, para TKI itu pergi meninggalkan Stasiun Gambir. Salah satu TKI, Edi Purnomo, yang sebelumnya bekerja di Afrika, berharap pihak stasiun memberi kelonggaran. Sebab, pihaknya telah mengantongi surat keterangan sehat dan rekomendasi perjalanan dari Wisma Atlet.

Ia berniat pulang ke kampung halaman di Tulungagung, Jawa Timur. Sementara, di Jakarta ia tidak memiliki tempat tinggal.

"Kami pun enggak pernah ke Jakarta, cuma sekali ini. Enggak tahu ke mana," kata Edi terlihat bingung.

Edi menyatakan tidak akan kembali ke Wisma Atlet. Ia memutuskan pulang ke Tulungagung menggunakan kereta karena biayanya terjangkau. Ia mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus. Di sisi lain, sejak hari ini tidak ada bus yang beroperasi.

Stasiun Gambir sepi dari lalu lalang penumpang jelang larangan mudik lebaran 2021Suasana di Stasiun Gambir tampak sepi jelang Lebaran 2021. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)

Sementara itu, salah seorang TKI yang sebelumnya bekerja di Malaysia, Ahmad Rifqi Baihaqi juga hendak pulang kampung ke Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Seperti halnya Edi, ia hanya mengantongi surat keterangan sehat dan rekomendasi perjalanan dari Wisma Atlet.

Rifqi sendiri sebelumnya telah menjalani karantina selama lima hari di Wisma Atlet dan sepuluh hari di Malaysia.

"Di Malaysia swab 2 kali, di Wisma Atlet 2 kali. Jadi, 2 minggu, 15 hari karantina swab 4 kali," kata Rifqi.

Rifqi mengira surat keterangan sehat dan rekomendasi perjalanan dari Wisma Atlet cukup untuk melakukan perjalanan jauh pada masa larangan mudik.

Ia pun menunjukkan isi surat itu. Di dalamnya terdapat kalimat yang meminta agar orang yang membawa surat itu diizinkan melakukan perjalanan.

"Mohon Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat daerah dan pihak terkait membantu serta memberikan izin kepada yang bersangkutan untuk melaksanakan perjalanan tersebut sampai ke tempat tujuan, dan yang bersangkutan tidak perlu dilakukan karantina lagi di fasilitas kesehatan daerah," sebagaimana dikutip dari surat tersebut.

Menanggapi hal ini, Humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) 1 Jakarta Eva Chairunnisa mengatakan bahwa surat dari Wisma Atlet tersebut hanya menunjukkan yang bersangkutan telah menjalani proses karantina. Sementara, kereta api yang saat ini beroperasi diperuntukkan bagi orang dengan kebutuhan khusus dan mendesak.

"Contoh karena ada kepentingan dinas atau misalnya ada kerabatnya meninggal dunia atau sakit kerasa. Namun tetap harus disertai dengan berkas-berkasnya pendukungnya," kata Eva kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Sesuai aturan, hanya ada empat kategori warga yang diizinkan mudik menjelang dan sesudah Lebaran dengan membawa SIKM. Mereka yakni, warga yang mengunjungi keluarga sakit; kunjungan keluarga meninggal; ibu hamil atau persalinan; dan pendamping ibu hamil dan persalinan.

(iam/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK