Klaster Tarawih Banyuwangi: 38 Positif Corona, 6 Meninggal

CNN Indonesia | Minggu, 09/05/2021 09:14 WIB
38 warga positif corona, dan enam lainnya meninggal dari klaster tarawih di dusun Yudomulyo, Ringintelo, Bangorejo, Banyuwangi. 38 warga positif corona, dan enam lainnya meninggal dari klaster tarawih di dusun Yudomulyo, Ringintelo, Bangorejo, Banyuwangi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas).
Banyuwangi, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Banyuwangi, Jawa Timur, mengungkap sebanyak 38 warganya di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelo, Kecamatan Bangorejo, terjangkit covid-19, dari klaster salat tarawih.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan enam orang warga di antaranya telah meninggal dunia.

"Iya (klaster tarawih) ditengarai seperti itu," kata Widji, aaat dikonfirmasi, Minggu (9/5).


Hal itu bermula saat pihaknya menemukan satu kasus warga terkonfirmasi positif corona di wilayah itu. Warga itu kerap beribadah di masjid di Dusun Yudomulyo.

Pihaknya segera melakukan pelacakan terhadap sejumlah jemaah lain yang memiliki kontak erat. Kemudian, ditemukan banyak jemaah lain yang juga terkonfirmasi positif corona.

Pelacakan terus dilakukan hingga ada 38 kasus yang sementara ini ditemukan. Enam di antaranya bahkan sudah meninggal dunia, dalam kondisi positif covid-19.

"Setelah kami lakukan tracing kontak eratnya, ada banyak yang positif. Enam orang meninggal dunia," ucapnya.

Kini para warga yang positif covid-19 di wilayah itu dirawat di rumah sakit rujukan. Sebagian yang lain menjalani isolasi mandiri, karena tak mengalami gejala.

Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, hingga kini terus melakukan upaya pelacakan terhadap warga-warga di dusun tersebut. Ia menduga penularan covid-19 di wilayah tersebut berpotensi telah meluas.

"Sejak kasus awal ditemukan, tracing terus kami lakukan," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan karantina di dusun tersebut. Masjid yang menjadi titik klaster tarawih juga telah ditutup sementara.

"Kami sudah meminta kepada satgas kecamatan dan desa untuk memantau secara intensif di dusun yang diberlakukan pembatasan," pungkas dia.

(frd/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK