Penerima Penghargaan Jokowi Tak Lolos Tes Kebangsaan KPK

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 13:42 WIB
Pegawai KPK yang menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi mengaku tidak lulus tes wawasan kebangsaan. Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko tak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi ASN (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengungkapkan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko, tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Sujanarko merupakan pegawai KPK yang pernah menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo pada 2015. Febri mengaku kenal dekat dengan Sujanarko yang menurutnya konsisten dalam membangun jaringan antikorupsi di dalam dan luar negeri.

"Namanya, Sujanarko, Direktur PJKAKI KPK. Mengabdi di KPK sejak 2004. Tahun 2015, Presiden @jokowi memberikan penghargaan Satyalancana Wira Karya sebagai tanda kehormatan karena dharma bakti yang besar pada nusa & bangsa," ujar Febri melalui cuitannya di akun @febridiansyah, Senin (10/5).


"Sekarang namanya masuk list 75 yang tak lolos tes wawasan kebangsaan KPK," lanjutnya.

Febri telah mengizinkan CNNIndonesia.com untuk mengutip cuitannya tersebut.

"Ia turut berperan membongkar kasus korupsi lintas negara saat jadi Direktur PJKAKI. Jaringannya dengan penegak hukum di luar negeri membuat KPK bisa mengakses bukti hingga mencari orang," kata Febri.



Dikonfirmasi terpisah, Sujanarko membenarkan menjadi satu dari 75 pegawai yang tidak lolos TWK.

Meski belum menerima informasi atau surat keputusan secara resmi, ia meyakini namanya ada di dalam daftar puluhan pegawai tersebut.

"Kalau saya bangga dikelompokkan dengan 75 orang ini karena saya kenal mereka semua dan mereka pegawai yang berintegritas, berkinerja tinggi dan komitmen ke negara yang luar biasa," ucap Sujanarko kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/5).

Dia membenarkan pernah menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya pada 2015 lalu oleh Jokowi.

Sujanarko menerangkan, penghargaan diberikan karena ia dianggap berjasa membangun jaringan kerja di tingkat nasional maupun internasional untuk mengefektifkan pemberantasan korupsi.

Selama KPK berdiri, terang dia, penghargaan tersebut baru diterima oleh tiga pegawai lembaga antirasuah.

"Pertama, Abdullah Hehamahua (mantan Penasihat KPK), dianggap berjasa membangun nilai di KPK. Kedua, Ina Susanti (mantan Direktur Monitoring Informasi dan Data), dianggap berjasa untuk mengenalkan modern investigasi atau investigasi yang menggunakan teknologi," tutur dia.



Selain itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi, Giri Suprapdiono juga dikabarkan tak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi ASN. Giri diketahui pernah menerima penghargaan dari sejumlah lembaga. Bahkan pernah memberikan kuliah wawasan kebangsaan 

Sebelumnya, KPK mengumumkan 75 pegawai dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam asesmen TWK. Sedangkan 1.274 pegawai lainnya dinyatakan memenuhi syarat dan dua orang pegawai tidak ikut tes tersebut.

Terhadap mereka yang tidak lolos tes, KPK berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

KPK memastikan tidak akan memecat 75 pegawai tersebut selama koordinasi masih dilakukan.

(ryn/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK