Kasus Tanjungbalai, MKD Rapat Internal Bahas Azis Syamsuddin

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 10:48 WIB
MKD menggelar rapat internal membahas dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin pada kasus suap penyidik KPK dengan Walkot Tanjungbalai. MKD menggelar rapat membahas laporan terhadap Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan menggelar rapat internal untuk membahas laporan terkait dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus suap antara penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju, dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial pada hari ini, Selasa (18/5).

Ketua MKD DPR Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan pihaknya akan menyeleksi lima laporan yang sudah diterima. Pihaknya tak memproses laporan dari lembaga yang tidak jelas statusnya.

"Kita akan cek kebenarannya lembaganya, bagaimana data-data semua yang klir kita follow up, yang enggak [klir] kita buang," ucap Aboe kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Aboe berkata pihaknya bakal memproses laporan terkait dugaan keterlibatan Azis sesuai dengan tata beracara yang berlaku di MKD.

Azis terseret kasus suap Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. KPK menyebut Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu meminta penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju membantu Syahrial yang sedang terseret kasus korupsi.

KPK telah melakukan penggeledahan di kantor Azis di DPR. Komisi Antirasuah juga telah menggeledah kediaman Azis. Politikus Partai Golkar itu pun telah dicekal selama enam bulan ke depan.

Tak berhenti di situ, Wakil Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Kurniawan Adi Nugroho mengadukan Azis ke MKD DPR RI, Senin (26/4). Kurniawan menilai Azis melanggar kode etik dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Dewan Pengawas KPK telah memeriksa Azis terkait dugaan pelanggaran etik Stepanus.

"Ya [diperiksa]," kata anggota Dewan Pengawas KPK, Harjono, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis, Senin (27/5).

Namun, Harjono mengaku tak tahu hasil pemeriksaan terhadap Azis lantaran dirinya tidak terlibat dalam proses pemeriksaan tersebut.

(mts/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK