Jokowi Minta PPKM Mikro Diperkuat dan Arus Balik Diperketat

KPCPEN, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 12:16 WIB
Dengan 1,5 juta pemudik, Jokowi menginstruksikan penguatan PPKM Mikro dan tes acak kepada masyarakat yang hendak masuk Jakarta. Ilustrasi pemberlakuan PPKM Mikro. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menegaskan akan memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro usai libur Lebaran lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto menyatakan, instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Tadi arahan bapak Presiden untuk memperkuat PPKM Mikro baik di tempat mereka berangkat maupun di tempat tujuan di daerah di Jakarta," kata Airlangga dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/5).


Sebanyak 1,5 juta orang tercatat meninggalkan Jakarta pada periode mudik Lebaran 2021. Sekitar 1.023.290 orang menuju daerah Pulau Jawa, sementara sekitar 440 ribu orang menuju Sumatera. Airlangga menambahkan, ada tiga daerah dengan peningkatan mobilitas tertinggi, yakni Maluku Utara (hampir 100 persen), Sulawesi Barat (74 persen), dan Gorontalo (72 persen).

Tak hanya penguatan PPKM Mikro, pemerintah juga memberlakukan tes acak kepada masyarakat yang hendak masuk Jakarta. Menurut Airlangga, secara khusus Jokowi juga meminta pemeriksaan ketat di pintu masuk Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Ditegaskan, langkah tersebut diperlukan demi kondisi #kesehatanpulihekonomibangkit.

"Khusus untuk yang dari Sumatera dilakukan mandatory check di Pelabuhan Bakaheuni dan juga di tempat mereka berangkat. Tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa, terutama dari wilayah yang naik itu, sudah aman dari Covid-19," kata Airlangga.

Di sisi lain, perkembangan kasus Covid-19 juga disebut masih terkendali, di mana kasus aktif nasional naik 5,3 persen dibanding global yang mencatat kenaikan sampai 11,09 persen. Selain itu, tingkat kesembuhan nasional mencapai 92 persen dibandingkan kesembuhan global sebesar 86,83 persen.

Dari skala nasional, kasus aktif Covid-19 di Indonesia menurun sebesar 48,6 persen dari puncak kasus pada awal Februari silam. Kasus aktif mengalami pengurangan 7.595 kasus dalam satu pekan terakhir, saat ini berada pada kisaran 90.800 kasus.

Namun demikian, Airlangga mengingatkan ada 15 provinsi dengan peningkatan kasus aktif. Masing-masing adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Maluku, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Adapun Bed Occupancy Rate (BOR) juga mengalami perbaikan. Secara nasional, BOR relatif rendah yaitu 29 persen. Beberapa provinsi dengan tingkat BOR yang masih tinggi antara lain Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen.

"Dibanding pekan pertama April, kasus mingguan di Pulau Sumatera ada tren meningkat dan kita memonitor mobilitas penduduk pasca libur Lebaran dari Sumatera ke Jawa," kata Airlangga.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK