Banyak Warga Luar Daerah Berwisata ke Yogya, Terutama Pantai

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 14:36 WIB
Selain keberadaan wisatawan dari luar daerah, Satpol PP DIY juga mencatat ribuan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama libur Lebaran. Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Parangkusumo di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (1/1/2021). (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapati wisatawan luar daerah yang berkunjung ke obyek wisata di wilayahnya selama libur Lebaran 2021.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menuturkan wisatawan luar daerah banyak dijumpai di obyek wisata pantai.

"Oh banyak, terutama di [Pantai] Glagah, kemudian Pantai Sepanjang, Pok Tunggal, banyak yang dari luar DIY juga masuk," kata Noviar saat dihubungi, Senin (17/5).


Noviar menyebut wisatawan luar DIY ini mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Beberapa di antaranya dari Kabupaten Purworejo dan Wonogiri.

"Kebanyakan Jateng, contohnya itu Glagah, (wisatawan) dari Purworejo pada masuk, kalau di daerah Wonogiri masuknya di Sepanjang," imbuhnya.

Noviar juga menyebut di pintu masuk destinasi wisata yang diamati jajarannya, tidak diberlakukan pengecekan maupun pemeriksaan kesehatan bagi wisatawan dari luar DIY.

"Seharusnya penyekatan ada di pintu gerbang, dan pintu gerbang itu yang bertugas petugas Dinas Pariwisata, nah itu yang banyak tidak diterapkan. Kedua, terkait dengan pengunjung dari luar DIY, itu tidak diperkenankan, tapi dalam kenyataannya lolos semua," bebernya.

Noviar mengatakan para wisatawan luar daerah itu datang dan masuk ke obyek wisata di DIY selama masa peniadaan mudik atau perjalanan luar daerah yang berlaku sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

"Tujuannya memang berwisata ke DIY. Ya (datang) langsung hari itu. Biasanya kan tidak nginap, kalau dia mau wisata ke Jogja (DIY) ya langsung datang. Ternyata kan juga penyekatan di perbatasan ada yang longgar, di situ peluangnya masuk," tuturnya.

Lebih jauh, kata Noviar, pihaknya mencatat ribuan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 oleh para wisatawan selama musim libur Lebaran. Data ini diperoleh melalui pengawasan di 37 obyek wisata di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

"Di 37 titik obyek wisata, itu pengunjungnya ada 117 ribuan orang. Pelanggarannya ada 1.299 dari 13-16 Mei," tutur Noviar.

Bentuk pelanggaran paling banyak, kata Noviar, adalah abai pengenaan masker. Para pelanggar, selanjutnya, diberi sanksi berupa penyitaan KTP. Lalu, yang bersangkutan diberi pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulang perbuatan serupa.

Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Parangkusumo di Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (1/1/2021). Pascapenutupan kawasan wisata pantai selatan Yogyakarta pada malam pergantian tahun baru, pengunjung memadati kawasan tersebut untuk menghabiskan libur tahun baru meskipun kasus COVID-19 di Yogyakarta terus meningkat. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Parangkusumo di Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (1/1/2021). (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

Sulit Urai Kerumunan

Selama libur Lebaran, terdapat 328 personel Satpol PP DIY yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan di 37 lokasi wisata. Jumlah tersebut diakui Noviar tak sepadan dengan angka wisatawan yang ada.

Dia mengakui, dalam mengawasi protokol kesehatan di tempat wisata, khususnya mencegah kerumunan bukan persoalan mudah. Apalagi menurutnya, di tempat-tempat yang populer dikunjungi wisatawan.

"Di beberapa tempat contohnya di Pantai Sepanjang, Baron itu kan penuh. Kerumunan tak bisa dihindarkan, juga di Glagah, Pantai Baru itu penuh. Termasuk Parangtritis, itu kan sempet viral pengunjung ramai," imbuh Noviar.

"Jumlah pengunjung terlalu banyak. Petugas kami sedikit yang untuk mengingatkan. Contohnya di Parangtritis petugas kami ada 69, tapi itu dibagi di Pantai Depok, Parangtritis sendiri, Parangkusumo. Sementara pengunjung di sana kan padat, mengurainya susah," tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo tak memungkiri soal kehadiran wisatawan luar daerah yang masuk ke obyek wisata di DIY. Informasi ini terpantau melalui portal informasi wisata milik Pemda DIY, yakni Visiting Jogja sedari 12 Mei 2021.

"Ada, tapi sebagian kecil. Kemarin itu ada 93 persen wisatawan dalam (dari) DIY, yang sekitar 7 persen dari luar DIY," kata Singgih saat dihubungi.

Singgih meyakini para wisatawan non lokal tersebut sudah tersaring dari segi persyaratan perjalanan luar daerah melalui operasi penyekatan di pos perbatasan provinsi.

"Kita tidak pungkiri ada yang kemudian lolos. Meski pemerintah sudah melakukan pelarangan mudik. Tapi tentu yang lolos ini sebagai syarat perjalanan, itu kan menunjukkan hasil swab antigen," tuturnya.

Menurutnya, Satgas Covid-19 di beberapa lokasi pariwisata juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak kepada ratusan sasaran di Pantai Parangtritis. Hasilnya, diklaim sejauh ini belum ditemukan yang positif.

Terkait pelanggaran protokol kesehatan, Singgih mengklaim dari 37 destinasi wisata hanya tercatat 1,4 persen dari total puluhan ribu jumlah kunjungan. Ia menilai masyarakat kini mulai menyadari pentingnya protokol kesehatan ini.

"Ini menunjukkan wisatawan sudah mulai beradaptasi, menjadi budaya prokes itu," ujarnya.

(kum/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK