Kemenkes Siap Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Pasca Lebaran

KPCPEN, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 12:39 WIB
Kemenkes menyebut antisipasi dilakukan karena potensi terjadi lonjakan kasus Covid sebesar 30-80 persen, serta penemuan dua mutasi virus baru di Jatim. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah usai Lebaran 2021. (Foto: Muchlis - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, momen libur Lebaran memiliki potensi akan lonjakan kasus positif Covid-19 sebesar 30 sampai 80 persen. Hingga Senin (17/5), ketersediaan tempat tidur untuk isolasi adalah sebanyak 70 ribu dengan keterisian 20 ribu.

"Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi," ujar Budi dalam jumpa pers virtual di YouTube Sekretariat Presiden usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/5).


Untuk ICU, saat ini ada 7.500 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Hingga Minggu (16/5), keterisian mencapai 2.500 tempat tidur. Budi memastikan obat-obatan telah dilengkapi dan stok ditambahkan, demikian pula tenaga-tenaga kesehatan.

"Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh," kata Budi.

Protokol Kesehatan dan PPKM Mikro

Terkait penemuan dua mutasi virus baru di Jawa Timur, Budi meminta agar semua pihak terkait baik di tingkat daerah maupun pusat untuk memastikan pelacakan. Dua mutasi virus itu teridentifikasi berasal dari Afrika Selatan dan London, Inggris, oleh dua pekerja migran Indonesia yang datang dari Malaysia, dengan tingkat penularan yang lebih cepat.

Budi mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro). Langkah tersebut mutlak diperlukan agar #kesehatanpulihekonomibangkit.

Selain itu, pemerintah daerah (pemda) juga diminta terus meningkatkan upaya 3T. Berdasarkan panduan WHO, rasio tes minimal adalah satu per seribu orang per minggu untuk setiap unit terkecil, sehingga untuk Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa harus dilakukan sekitar 40 ribu tes Covid-19 dalam satu hari.

"Protokol kesehatan dan protokol PPKM Mikro harus terus dijalankan, terutama terkait penggunaan masker. Tracing-nya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam, dan testing-nya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya, tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru," kata Budi.

Pada kesempatan yang sama, Budi menyatakan bahwa jumlah vaksin yang masuk ke Indonesia saat ini telah mencukupi kebutuhan vaksinasi pada Mei dan Juni 2021. Untuk itu ia mengingatkan pemda supaya memaksimalkan vaksinasi bagi lansia.

Terlebih, ada beberapa daerah yang mencatat kenaikan kasus kematian lansia, seperti Yogyakarta. Vaksinasi terhadap lansia, lanjut Budi, paling banyak dilaksanakan di DKI Jakarta dan Bali.

"Setelah kita agak mengurangi laju vaksinasi karena jumlah vaksin di akhir April (sedikit) dan masuk bulan Ramadan serta Lebaran, ini saatnya kita kembali menggenjot vaksinasi," ujar Budi.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK