Tak Lagi Wajib, Startup Digital Jadi Mata Kuliah Pilihan

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 01:28 WIB
Dikti menyatakan mata kuliah startup digital yang sempat diwacanakan wajib menjadi opsional atau pilihan bagi yang berminat. Ilustrasi. Startup digital menjadi mata kuliah pilihan. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan mata kuliah startup digital yang sempat diwacanakan wajib, dipastikan hanya bersifat opsional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani menyebut mata kuliah itu merupakan bagian dari program Merdeka Belajar sehingga dapat diambil oleh mahasiswa yang berminat saja menjalankan program tersebut.

"Kami akan dorong hadirnya mata kuliah Startup Digital pada tahun 2022 namun perlu kami luruskan bahwa sifatnya opsional seperti program kewirausahaan yang selalu jadi opsi sebagai bagian dari Kampus Merdeka," kata Paris dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (18/5).


Paris sekaligus menegaskan sejauh ini mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) Dikti secara nasional adalah empat mata kuliah, yakni Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Agama, dan Pancasila. Sehingga dipastikan mata kuliah start-up digital tak masuk dalam kategori wajib.

"Dengan demikian start-up Digital bukan MKWK. Jika otoritas perguruan tinggi ingin menyempurnakan kurikulum yang relevan dengan era digital, dengan menambahkan mata kuliah start-up digital menjadi mata kuliah tambahan atau pilihan, maka dapat diputuskan secara otonom," jelasnya.

Lebih lanjut, Paris menjelaskan, mata kuliah Startup Digital ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ditjen Dikti dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang sesuai rencana akan dihadirkan pada 2022.

Namun demikian, Paris mengatakan tahun ini kementeriannya sudah mulai melatih dosen-dosen yang akan mengampu mata kuliah tersebut. Selain itu, dalam program Dikti pada 2021 ditargetkan sebanyak 100 ribu partisipan dosen dan mahasiswa mengikuti pelatihan tersebut.

Program ini disebut jadi wadah pemberi pendampingan dan pemberdayaan dunia startup digital di Indonesia, yang terdiri atas enam tahapan, yakni ignition: seminar daring dari pelaku dan regulator industri startup, networking: kegiatan antar peserta, workshop: pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup, hacksprint: aktivitas membuat produk minimum siap uji, bootcamp bimbingan mentor, dan incubation: mentoring khusus.

"Melalui hal ini nantinya mahasiswa dapat semakin mudah mengembangkan diri sesuai dengan minat dan kompetensinya masing-masing agar dapat bersaing di dunia kerja," pungkas Paris.

(khr/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK