Covid Sumut Melonjak, Edy Tutup Tempat Hiburan Malam 14 Hari

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 17:08 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi agar menutup tempat hiburan malam pada 18-31 Mei 2021, menyusul peningkatan kasus Covid-19. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi agar menutup tempat hiburan malam pada 18-31 Mei 2021, menyusul peningkatan kasus Covid-19. (CNN Indonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi agar menutup tempat hiburan malam pada 18-31 Mei 2021. Kebijakan itu diambil lantaran kasus penularan virus corona di Sumut melonjak drastis.

"Sumut akhir-akhir ini ada peningkatan kasus Covid. Biasanya kasus aktif ada 60-an, tapi sekarang sudah 80-an kasus per hari. Maka Pak Gubernur mengeluarkan instruksi agar tempat hiburan malam ditutup selama 14 hari," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis Selasa (18/5).

Adapun tempat hiburan malam yang ditutup di antaranya klub malam, diskotek, karaoke, bar, griya pijat, spa, bola lindung, mandi uap hingga area permainan ketangkasan ditutup. Selain itu jam operasional restoran dan rumah makan juga dibatasi.


"Jadi sarana hiburan itu kita tutup. Nanti setelah 14 hari akan kita evaluasi kembali. Selain itu untuk restoran atau rumah makan hanya bisa beroperasi sampai jam 21.00 WIB malam. Jadi ini sudah pengetatan yang disampaikan Pak Gubernur," tegasnya.

Edy juga menginstruksikan agar bupati dan wali kota agar melakukan langkah-langkah pengetatan kembali terkait protokol kesehatan dengan memberlakukan jam operasional.

"Mohon bupati dan wali kota berkoordinasi dan komitmen kerja sama yang baik khususnya setelah liburan Idul Fitri. Khususnya di wilayah Mebidang [Medan, Binjai, Deliserdang] kita harap agar ditekan kembali sehingga peningkatan Covid di Sumut bisa dikendalikan," urainya.

Berdasarkan data yang diperoleh, secara akumulatif kasus Covid-19 di Sumut hingga Senin (17/5) mencapai 30.723 kasus atau terjadi penambahan 91 kasus. Kasus sembuh tercatat 37.302, suspek 907, meninggal 1.009 kasus.

(fnr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK