Pemerintah Jadwalkan Vaksin Novavax-Pfizer Datang Mulai Juni

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 14:50 WIB
Pemerintah memastikan jadwal kedatangan vaksin Novavax pada Juni ini, sementara itu vaksin Pfizer sebulan kemudian. Vaksin Novavax. Ilustrasi. (AP/Alastair Grant)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadwalkan kedatangan vaksin virus corona (covid-19) Novavax dan Pfizer sepanjang Juni hingga Juli 2021.

Pemerintah berharap kedatangan dua merek vaksin itu membantu upaya akselerasi program vaksinasi nasional di semester dua atau Juni-Desember 2021. Program vaksinasi pemerintah saat ini masih mengandalkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

"Rencana di Juni Novavax ya, tapi ini masih dipastikan. Kalau Pfizer rencana Juli," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).


Indonesia sejauh ini telah mengamankan sebanyak 75,9 juta dosis vaksin yang telah tiba di Tanah Air. Rinciannya, sebanyak 68,5 juta dosis vaksin Sinovac, 6,4 juta dosis AstraZeneca melalui Covax Facility, 500 ribu dosis Sinopharm untuk program Vaksin Gotong Royong, dan 500 ribu dosis Sinopharm sumbangan Uni Emirat Arab.

Namun sebagaimana diketahui, untuk program vaksinasi nasional sejauh ini pemerintah menetapkan empat merek vaksin yang akan dipakai: Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax.

Baru-baru ini, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga memastikan kandidat vaksin Merah Putih yang merupakan produksi dalam negeri akan dialokasikan nantinya untuk program vaksin nasional.

Sementara untuk vaksin Gotong Royong sejauh ini wacana merek vaksin yang akan dipakai Sinopharm, CanSino, Sputnik V, dan Anhui Zhifei Longcom.

Nadia juga mewanti-wanti agar masyarakat tak lagi pilih-pilih jenis vaksin. Sebab, pemerintah telah menjamin vaksin yang digunakan di kedua program vaksinasi itu aman dan telah melalui uji pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Selalu kita ingat bahwa WHO sendiri mengatakan jangan memilih vaksin, karena semua vaksin itu sama baiknya," ujarnya.

Secara keseluruhan, pemerintah sendiri telah berkomitmen mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin dari empat perusahaan farmasi luar negeri untuk vaksinasi 181,5 juta penduduk Indonesia.

Rinciannya, 125,5 juta vaksin dari perusahaan China Sinovac. Kemudian 74 juta dosis vaksin dari Novavax; 82.8 juta dosis vaksin dari perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca; 66,4 juta dosis vaksin dari Pfizer, serta 78 juta dosis vaksin melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK