Wisma Atlet Tampung 175 Pasien Covid Pemudik di DKI

CNN Indonesia
Kamis, 20 May 2021 13:20 WIB
RS Darurat Wisma Atlet menyiapkan ruangan tambahan di Tower 8,9, dan 10 sebagai antisipasi lonjakan pasien imbas libur dan cuti lebaran 2021. Ruang perawatan RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet menampung sebanyak 175 pasien positif covid yang berasal dari pemudik yang terjaring di DKI Jakarta.

Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman mengatakan 175 warga arus balik yang positif itu berhaasal dari hasil random tes antigen yang digelar Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 32.

"(Ditempatkan) di Tower 4 dan Tower 5," kata Dudung dalam rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (20/5), dikonfirmasi Koordinator Humas RSD Covid-19 Wisma Atlet Letkol TNI Laut M. Arifin.


Dudung mengatakan penjaringan warga arus balik merupakan upaya pemerintah dalam mencegah transmisi virus corona di hulu. Sementara untuk di hilir, ia juga menyebut saat ini Wisma Atlet tengah bersiap untuk kembali membuka Tower 8,9,10 yang ada di Pademangan.

Upaya pemanfaatan Tower perawatan pasien covid-19 itu dipersiapkan sejak dini, sebab menurut Dudung pihaknya telah belajar dari pengalaman tahun lalu dan awal tahun ini. Pada September 2020 dan pada periode Januari 2021, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Wisma Atlet pernah tembus 90 persen.

"Hotel pun sudah kita siapkan. Kesimpulannya bahwa Wisma Atlet termasuk rumah sakit yang ada di sekitarnya ini sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan," kata dia.

Lebih lanjut, Dudung pun mengaku tidak berharap libur panjang Idulfitri 1442 Hijriah ini melahirkan lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air. Untuk itu, ia tetap meminta masyarakat untuk selalu patuh pada protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Berkaca pada libur panjang lebaran tahun lalu, penambahan jumlah kasus positif covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak hingga 93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

"Jadi saya imbau kepada masyarakat kesadarannya, yang baru mudik tetap melakukan tes antigen. Kemudian bagi yang tidak mudik tetap protokol kesehatan dilakukan," pungkas Dudung.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER