Polri Sebut 10 Terduga Teroris Merauke Sudah Baiat ke ISIS

CNN Indonesia
Selasa, 01 Jun 2021 05:36 WIB
Sejauh ini, kepolisian telah menangkap mereka dan menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan benda mengandung unsur kimia. Polri menyebut 10 terduga teroris yang ditangkap di Merauke, Papua sudah berbaiat ke ISIS (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri menyebutkan bahwa 10 terduga teroris yang ditangkap di wilayah Merauke, Papua telah melakukan baiat atau sumpah setia ke Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Mereka kini sudah ditangkap oleh Densus 88 Polri.

"Yang bersangkutan juga sudah lakukan sumpah setia atau baiat ke ISIS," kata Kadivhumas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/5).

Argo Yuwono mengatakan bahwa tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri menduga bahwa para terduga teroris ini telah merencanakan aksi teror di gereja.


Selain gereja, kata Argo, para terduga teroris juga diduga mengebom Polres Merauke. Sasaran mereka, kata dia, untuk menyebarkan ketakutan dengan aksi teror.

Dalam hal ini, Argo menjelaskan bahwa para terduga teroris itu tergabung dalam grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp atau Telegram yang berbau unsur radikal.

Usai ditangkap, lanjut Argo, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti senapan angin, senjata tajam, peralatan panah, hingga beberapa cairan yang belum dapat diidentifikasi.

Ada peralatan lain bermuatan unsur bahan kimia yang ditemukan penyidik selama melakukan penggeledahan.

"Tentunya 10 orang itu kalau dilihat dari nama-namanya orang dari Jawa dan dari Sulawesi yang sudah lama tingal lama di sana, di Merauke," tambahnya.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri sebelumnya membeberkan bahwa para terduga teroris itu berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Para terduga teroris itu diduga memiliki kaitan dengan kasus bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan, pada awal Januari lalu.

Fakhiri mengatakan, para terduga teroris memang sering berkunjung ke Makassar. Ada di antara mereka yang terkait dengan kasus bom bunuh diri.

Sebanyak 10 teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Di antara 10 orang yang ditangkap ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Pada Juli 2021, Densus 88 menyatakan bahwa ada kelompok terduga teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Papua, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

(mjo/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER