Polisi Belum Temukan Kejanggalan Dalam Kematian Wabup Sangihe

CNN Indonesia | Minggu, 13/06/2021 12:28 WIB
Polisi menyatakan hingga kini belum menemukan kejanggalan di balik meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong pada Rabu (9/6). Polisi menyatakan hingga kini belum menemukan kejanggalan di balik meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong pada Rabu (9/6). (ANTARA/HO-Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi belum menemukan kejanggalan dari peristiwa meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar pada Rabu (9/6) lalu.

"Kejanggalan tidak kelihatan sementara ini," kata Kapolda Sulawesi Utara, Inspektur Jenderal Nana Sudjana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (13/6).

Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian dari orang nomor dua di wilayah Kabupaten Sangihe tersebut.


Pasalnya, sejumlah asumsi dan prasangka terkait peristiwa itu masih berseliweran di tengah masyarakat saat ini.

Nana mengatakan, pihak kepolisian sudah sempat memeriksa ajudan Helmud Hontong yang turut ikut dalam penerbangan Denpasar-Makassar saat kejadian. Menurutnya, Helmud memang sempat mengeluarkan darah dari hidung sebelum meninggal.

"Jadi begitu sakit, ajudannya memanggil lah ya, panggil pramugari," ucap Nana.

Setelah itu baru disimpulkan bahwa Helmud meninggal dunia karena terkena serangan jantung saat berada di pesawat.

"Almarhum itu dari perjalanan Denpasar ke Sulawesi Utara. Jadi baru 20 menit, di pesawat Lion itu dia merasakan sakit, keluar darah kemudian langsung segera tidak sadar jadi di Makassar itu sudah meninggal," tambah dia.

Saat ini, kata dia, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa itu. Tim gabungan antar wilayah pun dipersiapkan untuk mengungkap penyebab kematian Helmud.

Menurut Nana, kejadian ini perlu dilacak jauh sebelum Helmud meninggal di pesawat. Dia menjelaskan, sebelumnya almarhum sempat berdinas selama empat hari di wilayah Bali.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan memastikan tak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada jenazah Helmud.

Ini berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim dokter saat Helmud tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Diduga, Helmud meninggal karena sakit jantung.

"Menurut analisa dari tim dokter yang ada di bandara, dari analisa awal secara umum bahwa tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka dan sebagainya yang mencurigakan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan.

Selain itu, Zulpan menyebut bahwa pihak keluarga Helmud telah menerima penjelasan soal penyebab kematian dan tidak meminta untuk dilakukan proses autopsi jenazah.

(mjo/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK