Bukti Donasi Palestina, UAH Beber 625 Halaman Rekening Koran

CNN Indonesia | Kamis, 03/06/2021 09:55 WIB
Ustaz Adi Hidayat membeberkan bukti donasi untuk Palestina senilai Rp30 miliar melalui rekening koran setebal 625 halaman. Ilustrasi rekening. (Foto: Istockphoto/ Utah778)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjabarkan rincian bukti donasi yang telah dikumpulkan pihaknya selama ini untuk disalurkan ke Palestina melalui rekening koran setebal 625 halaman.

Ia kemudian memperlihatkan beberapa salinan bukti transfer yang dicetak dan dipaparkan dalam video di kanal YouTube Adi Hidayat Official. Ia mengatakan donatur bisa mendapatkan salinannya.

"Rakyat ini para donatur ini macam-macam. Makanya kita sampaikan, ini beritanya, ini penyampaiannya. Supaya kalau teman-teman kalau bertanya mana bukti transfernya, ini. Bagi yang nyumbang berhak bertanya," kata Adi dalam video yang diunggah Selasa (2/5) kemarin.


Dia menceritakan bahwa selama ini pun, memang belum ada donatur yang mempertanyakan bukti transfer tersebut kepada dirinya. Menurutnya, para donatur ini tetap mempercayainya.

Pihaknya pun mengaku tetap berupaya menjaga kepercayaan itu dengan akuntabilitas.

Data terakhir yang dihimpun hingga 22 Mei 2021, kata dia, jumlah donasi yang terkumpul ialah Rp30.880.110.894,54. Jumlah tersebut pun telah dibuka kepada publik melalui media dan pihak-pihak terkait.

"Ini rinciannya, berapa jumlah yang dibutuhkan. Ini US$715 ribu, ini ada rincian tujuh poin di sini," tambah dia.

Nantinya, kata dia, laporan tertulis secara detail akan disediakan bagi para donatur yang membutuhkan. Termasuk, lanjutnya, sejumlah bukti-bukti transfer yang dapat dilacak.

Data itu tercatat dalam rekening koran dengan tebal hingga 625 halaman.

"Ini saya jawab tanggal 23, tanggal 24 Mei kita transferkan," ucapnya.

Donasi tersebut, kata dia, akan disalurkan dalam tiga tahap. Pertama, sebesar US$ 715 ribu atau sekitar Rp10,2 miliar untuk dikirimkan ke Gaza yang sempat diserang.

Selanjutnya, pihaknya menyerahkan USD 1 juta yang akan dititipkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk disalurkan ke tepi barat di Hebron. Rencananya, uang tersebut akan dijadikan sebagai rumah sakit Indonesia.

Atas transaksi itu, pihaknya mendapat bukti serah terima bahwa dana tersebut telah ditransferkan. Dia lantas memperlihatkan sertifikat mengenai transfer-transfer tersebut.

"Saya menyampaikan juga, silahkan OJK, PPATK ataupun nanti pihak-pihak terkait yang mencurigai ada sesuatu dan sebagainya silahkan langsung dilihat. Disampaikan kepada kami, nanti kami ambil tindakan dari situ," tambahnya.

UAH sendiri menyatakan tak akan segan menempuh jalur hukum terhadap siapapun yang terindikasi memunculkan fitnah terkait penggalangan donasi untuk Palestina.

Infografis 5 Negara Penyumbang Terbesar untuk Pengungsi PalestinaInfografis 5 Negara Penyumbang Terbesar untuk Pengungsi Palestina. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Pihaknya melakukan kegiatan penggalangan dana semata merupakan bagian dari ibadah. Menurut dia, tolong-menolong dalam hal kebaikan bukan saja merupakan mandat konstitusi melainkan juga Alquran.

"Kami juga ingatkan, bagi yang sengaja memecah belah, bahkan menghadirkan unsur-unsur fitnah, awas hati-hati ya. Kita pun akan melakukan tindakan tegas, dengan menempuh langkah hukum," tutur Adi Hidayat dikutip dari laman YouTube Adi Hidayat Official, Senin (31/5)

Sebelumnya, sejumlah netizen menuding penghimpun donasi bagi Palestina tak menyerahkan semua dana yang terkumpul kepada pihak yang dituju. UAH pun mengancam akan melaporkan pihak-pihak tersebut ke kepolisian.

(mjo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK