Sejarah Kerajaan Malaka: Masa Kejayaan dan Raja yang Berkuasa

tim, CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 13:00 WIB
Kerajaan Malaka adalah kerajaan di Semananjung Malaya yang berdiri pada abad ke-15 M. Sejarah Kerajaan Malaka dekat dengan Nusantara. Kerajaan Malaka adalah kerajaan di Semananjung Malaya yang berdiri pada abad ke-15 M. Sejarah Kerajaan Malaka dekat dengan Nusantara.(Foto: iStockphoto/CharlieTong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Malaka adalah kerajaan di Semenanjung Malaya yang berdiri sekitar abad ke-15 Masehi. Kerajaan Malaka memiliki sejarah panjang dengan raja-raja yang berkuasa pada masa kejayaannya. Sejarah Kerajaan Malaka dekat dengan Nusantara.

Kerajaan Malaka memeluk kepercayaan Islam sehingga disebut juga dengan Kesultanan Malaka. Pusat pemerintahan Kesultanan Malaka berada di Melaka yang saat ini menjadi wilayah dari Malaysia.

Asal mula berdirinya Kesultanan Malaka berawal dari buntut serangan Kerajaan Majapahit di akhir abad ke-14 yang sedang melakukan ekspansi hingga ke Singapura.


Serangan Majapahit tersebut membuat Parameswara yaitu raja terakhir Kerajaan Singapura melarikan diri hingga ke pesisir Selat Melaka.

Dalam Sulalatus Salatin (1979) manuskrip bahasa Melayu, Parameswara akhirnya mendirikan kerajaan baru di tepi Selat Melaka pada 1405 Masehi yang bernama Kerajaan Malaka.

Raja-Raja Malaka

Kerajaan Malaka / Kesultanan MalakaKerajaan Malaka memiliki raja-raja yang berkuasa dan membuat kesultanan ini mencapai masa kejayaannya. (Foto: iStockphoto/xp3rt5)

Parameswara atau Raja Iskandar Syah merupakan pendiri sekaligus raja pertama Malaka. Dia mengunjungi Kaisar Yongle di Nanjing, China untuk meminta pengakuan kaudalatan.

Menurut A Short History of Malaysia (2003), Kaisar China pun menyetujui maksud Parameswara dan resmi menjalin hubungan diplomasi.

Relasi yang terjalin antara Malaka dan China membawa pengaruh positif pada perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

Regenerasi raja-raja Malaka terus berlanjut. Berikut nama serta periode kepemimpinan Raja Malaka.

  1. Parameswara (1405-1414 M)
  2. Megat Iskandar Syah (1414-1424 M)
  3. Sultan Muhammad Syah (1424-1444 M)
  4. Sri Parameswara Dewa Syah (1444-1445 M)
  5. Sultan Mudzaffar Syah (1446-1459 M)
  6. Sultan Mansur Syah (1459-1477 M)
  7. Sultan Alauddin Riayat Syah (1477-1488)
  8. Sultan Mahmud Syah (1488-1511)

Masa Kejayaan Kerajaan Malaka

Peta Selat MalakaKerajaan Malaka adalah kerajaan Islam yang terletak di Semenanjung Malaya. Kerajaan Melaka berdiri pada abad ke-15. (Foto Peta Selat Malaka: Kentin via Wikimedia Commons (Lisensi Dokumentasi Bebas GNU, Versi 1.2)

Pada masa pemerintahan pertama Parameswara atau Raja Iskandar Syah, Kesultanan Malaka berada di puncak kejayaan.

Letak Kerajaan Malaka yang dekat dengan Selat Malaka, membuat kerajaan ini menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Wilayah kekuasaan Malaka semakin meluas pasca ekspansi, mencakup Semenanjung Malaya hingga Pantai Timur Sumatera.

Kemudian di masa pemerintahan Sultan Mansur Syah, tidak hanya perekonomian yang terus meningkat, penyebaran agama Islam juga semakin meluas di Malaka.

Runtuhnya Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka / Kesultanan MalakaJejak peninggalan Kerajaan Malaka sudah dimuseumkan dan bisa dilihat di Melaka, Malaysia(Foto: iStockphoto/grahamheywood)

Kesuksesan Kesultanan Malaka menarik banyak musuh yang ingin mengincar kawasan perniagaan, terutama kolonial Portugis.

Berdasarkan A History of Malaya (1962), pasukan Portugal yang berada di bawah pimpinan Afonso de Albuquerque melakukan serangan ke Malaka pada 1511.

Masih di tahun yang sama, Kesultanan Malaka semakin melemah dan runtuh. Kemudian jatuh ke tangan Portugis.

Sultan Mahmud Syah yang saat itu memimpin Malaka sebagai raja terakhir, memindahkan ibu kotanya ke Bintan, Riau. Dia pun meninggal dunia di Kampar.

Meski Kerajaan Malaka telah runtuh, para putra raja keturunan Sultan Mahmud Syah terus melanjutkan kerajaan dengan mendirikan kerajaan baru di Johor dan Perak, Malaysia.

Itulah sejarah kerajaan Malaka saat berdiri, masa kejayaan, dan raja-raja yang berkuasa.

(avd/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK