Ruang Isolasi di Bandung 78 Persen, Berlaku Lockdown RT

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 04:17 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung memaparkan sudah ada RT yang memberlakukan lockdown tingkat wilayah terkait penularan virus corona. Ilustrasi. Petugas medis membawa pasien dalam penanganan pasien Covid-19 di RSHS, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia --

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan keterisian ruang isolasi di ibu kota provinsi Jawa Barat itu sudah mencapai angka sekitar 78 persen.

Menurutnya, hal itu karena ada pergerakan terutama yang bergejala di tempat-tempat ICU.

"Jadi orang yang bergejala sekarang ini tingkatannya agak naik dari yang asalnya biasa. Sekarang perlu ada atensi yang lebih tinggi," katanya di Bandung, Rabu (9/6).


Selain yang disiapkan Pemkot Bandung, tempat isolasi mandiri juga ada di 19 Kecamatan. Ada 11 Kecamatan yang juga terus didorong untuk menyiapkannya.

Terkait tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, ada kebijakan yang paling praktis yaitu isolasi mandiri [isoman]. Tetapi jika masuk kategori berat harus dirawat.

"Sekarang ini semua Rumah Sakit serempak diimbau dan sudah direspons untuk menambah tempat tidur. Tapi, kita minta kalau yang bergejala ringan jangan sampai masuk di perawatan. Saya pikir dari kacamata medis itu bisa masuk dengan cara isoman. Kalau gejala sedang dan berat, itu wajib [masuk perawatan]," ujar Ema.

Di sisi lain, Ema menginstruksikan kepada para camat dan lurah bersama satgasnya agar tidak ragu mendorong digelarnya lockdown atau karantina. Apalagi, jika di wilayah terkecilnya seperti RT dan RW terjadi eskalasi peningkatan kasus Covid-19.

Pemberlakuan lockdown tingkat wilayah itu sudah dilakukan di RT 07 RW 09 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Wilayah tersebut terpaksa melakukan lockdown karena ada salah satu keluarga besar, di mana 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ema menuturkan lockdown tersebut bisa disebut dalam rangka melaksanakan dan menjalankan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"[Lockdown RT] itu sebetulnya dalam rangka menjalankan apa yang ada dalam PPKM. Saya apresiasi itu. Tadi malam di grup whatsapp pimpinan, saya menegaskan camat dan lurah jangan ragu melakukannya kalau terjadi eskalasi. Meskipun, saya sebetulnya tidak mau mengambil pilihan lockdown RT itu," kata Ema.

Meskipun demikian, Ema menyampaikan, sampai saat ini belum ada wilayah lain yang melakukan serupa. Ia pun belum mendapat pengajuan untuk lockdown di tingkat RT.

"Tadi malam saya juga ingatkan kalau ada segera ajukan, supaya SK Wali Kotanya segera keluar. Walaupun belum keluar, tapi pelaksanaan sudah bisa diawali," katanya.

(hyg/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK