Kans Koalisi Demokrat, Golkar Tetap Ingin Airlangga Capres

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 21:35 WIB
Partai Golkar menyambut positif wacana koalisi dengan Demokrat, namun Airlangga Hartarto yang harus jadi capresnya. Golkar dan Demokrat disebut-sebut bisa menjalin koalisi yang kuat di Pilpres 2024 mendatang (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin merespons positif pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief ihwal koalisi di Pilpres 2024. Sebelumnya, Andi mengutip pandangan sejumlah pengamat bahwa koalisi Demokrat dan Golkar tergolong paling aman dan nyaman.

Namun, Nurul mengingatkan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) X dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partainya telah memberikan dukungan kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi calon presiden (capres) di 2024 nanti.

"Kami mengapresiasi wacana Partai Demokrat. Namun mandat dari Munas dan Rapimnas yang berasal dari seluruh pengurus daerah sampai pusat, mendukung Bapak Airlangga Hartarto sebagai capres (dari) Partai Golkar," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (10/6).


Ia menyampaikan, Partai Golkar sangat fleksibel dan ingin membuat mitra koalisi merasa nyaman. Menurutnya, Golkar bisa berkoalisi dengan siapa pun selama memiliki visi yang sama.

"Kami tidak ingin mendahului yang belum pasti. Koalisi bisa dengan siapa pun yang memiliki visi yang sama dengan platform Partai Golkar. Untuk saat ini, Ketua Umum kami masih fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Menko Perekonomian," katanya.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Nurul Arifin usai menemani Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjalani pemeriksaan katerisasi jantung di RS Premier, Jatinegara, Jakarta, Senin (18/9).Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin menyambut baik wacana koalisi dengan Demokrat di Pilpres 2024, tapi tetap ingin Airlangga Hartarto yang jadi calon presiden (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Terpisah, Andi menyampaikan bahwa posisi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sama seperti Airlangga saat ini. Bila Airlangga fokus bekerja sebagai Menko Perekonomian, menurutnya, AHY sibuk melakukan konsolidasi partai serta membantu pemerintah menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, penjodohan duet Airlangga-AHY di Pilpres 2019 merupakan dampak dari ambang batas presiden. Koalisi ini, katanya, pas dan cocok.

"Demokrat memahami penjodohan ini muncul oleh beberapa lembaga survei dan konsekuensi presidential threshold 20 persen. Banyak yang menyebut koalisi 20 persen Golkar dan Demokrat adalah koalisi ideal," ujarnya.

Namun, Andi mengatakan belum ada pembicaraan resmi antara Golkar dan Partai Demokrat soal penjodohan Airlangga-AHY hingga saat ini. Ia hanya menyampaikan bahwa koalisi ini disebut paling nyaman dan tak ruwet.

"Koalisi Demokrat-Golkar disebut koalisi paling aman, nyaman, dan enggak ruwet. Ini pandangan pengamat," ucap Andi.

Untuk diketahui, berdasarkan survei Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan elektabilitas AHY berada di peringkat kedua di bawah Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam kategori calon presiden pada Pilpres 2024 dari kalangan ketum partai politik.

Sementara itu, Airlangga berada di posisi keempat dengan elektabilitas 9,2 persen.

(mts/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK