Veronica Koman Akui 'Chat' Ketua KNPB: Tak Ada yang Spesial

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 14:22 WIB
Veronica Koman membenarkan komunikasi dirinya dengan EKM, yang disebut sebagai Ketua KNPB Merauke, meski dalam konteks komunikasi biasa dengan warga Papua. Aktivis HAM Veronica Koman menyebut berkomunikasi dengan EKM, tersangka kasus hoaks. (Screenshot via Facebook VeronicaKoman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis HAM Veronica Koman membenarkan soal kabar komunikasi antara dirinya dengan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Merauke, Papua berinisial EKM.

EKM sendiri telah diamankan polisi pada 9 Juni lalu dengan tuduhan diduga menyebarkan berita bohong (hoaks) bernada provokatif dan SARA di akun Facebook pribadinya dengan nama Manuel Metemko.

Dalam keterangannya, polisi menyebut bahwa dari salah satu ponsel yang disita diketahui EKM sering berkomunikasi dengan Veronica Koman.


"Betul saya berkomunikasi dengan Emanuel. Tapi ini harus dikontekstualkan dengan saya yang memang komunikasi dengan belasan orang Papua yang berbeda tiap harinya. Jadi tidak ada yang spesial dari berkomunikasi dengan saya," kata Veronica kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Jumat (11/6).

Kendati demikian, kata Veronica, dari informasi yang ia dapat EKM bukan lagi bagian dari KNPB Merauke.

"Menurut klarifikasi KNPB Merauke kemarin, Emanuel sudah bukan anggota KNPB lagi per 2019," ujarnya.

Dalam kasus ini, Veronica juga menyebut bahwa polisi menuduh EKM telah menyebarkan berita bohong untuknya. Namun, kepolisian tak menyebut secara khusus informasi bohong apa yang disampaikan EKM untuk Veronica.

"Ini menunjukkan polisi pukul rata tidak boleh membagikan informasi apapun soal pelanggaran HAM Papua. Ini menunjukkan kepanikan polisi dalam menutupi pelanggaran HAM di Papua yang dilakukan secara ugal-ugalan," ujar Veronica yang juga sebelumnya dikenal sebagai advokat HAM tersebut.

Tak hanya itu, kata Veronica, penangkapan terhadap EKM juga menambah daftar panjang aktivis Papua yang ditangkap menyatakan pandangan politiknya di dunia maya.

"Orang Papua berekspresi di jalanan ditangkap dan dibubarkan, kini berekspresi di internet pun ditangkap. Betul-betul tidak ada ruang demokrasi bagi Orang Papua di negeri ini," ucap Veronica.

Sebagai informasi, EKM ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Merauke, Papua pada Rabu (9/6) sekitar pukul 22.35 WIT.

Ia ditangkap lantaran diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks bernada provokatif dan SARA di akun Facebook pribadinya dengan nama Manuel Metemko.

Dalam proses pemeriksaan, polisi turut menggeledah isi ponsel milik EKM. Dari gawai tersebut, polisi menemukan percakapan antara EKM dengan Veronica.

"Yang bersangkutan aktif komunikasi dengan Veronica Koman. Itu salah satu percakapan di handphone yang disita," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Jumat (11/6).

(dis/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK