Anies: Kita Tidak Kompromi Terhadap Pelanggar di Masa Pandemi

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 00:10 WIB
Anies mengaku tak akan lagi berkompromi dengan para pelanggar protokol kesehatan imbas peningkatan jumlah kasus Covid-19 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar apel darurat, dengan jajaran Forkopimda dan aparat gabungan, menyusul situasi pandemi Covid-19 di Ibu Kota yang mulai mengkhawatirkan. (dok. CNNIndonesia.com/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pihaknya tak mau lagi berkompromi terhadap para pelanggar yang tak mau bertanggung jawab di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Anies menyusul kekhawatirannya terkait situasi terakhir pandemi di Ibu Kota dalam sepakan terakhir imbas dari libur lebaran.

"Kita tidak akan kompromi terhadap pelanggar-pelanggar yang mengambil sikap tidak bertanggung jawab di masa pandemi ini," kata Anies kepada wartawan di bilangan Blok S, Minggu (13/6) malam.


Anies menyebut, situasi pandemi di DKI saat ini dalam keadaan genting. Ia merujuk sejumlah data Covid-19, mulai dari peningkatan kasus aktif, kasus positif harian, tingkat keterisian tempat tidur perawatan, hingga angka rasio positif.

Menurut dia, kondisi itu akan semakin mengkhawatirkan bila tidak segera diambil langkah tegas seperti pendisiplinan penerapan protokol kesehatan. Ia khawatir, tingkat keterisian rumah sakit juga akan semakin tinggi.

"Jakarta memasuki fase yang amat genting, bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah yang tak terkendali," katanya.

Anies menyebut angka keterisian tempat tidur perawatan di DKI saat ini telah menyentuh angka 75 persen dari semula hanya 45 persen sepekan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 27 persen di antaranya merupakan pasien dari luar DKI.

Anies mengatakan, pihaknya juga akan kembali melakukan evaluasi terhadap aturan pembatasan mulai dari sistem bekerja dari rumah di perkantoran, maupun tempat hiburan. Evaluasi akan dilakukan mulai dari batasan kuota maksimal 50 persen dan jam operasi.

"Semua fasilitas hiburan seperti tempat tempat berkumpul restoran Kafe, rumah makan, Ikuti ketentuan 50 persen, kami akan melakukan operasi pemeriksaan ke semuanya," kata dia.

(thr/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK