ICU Covid-19 di Solo Sisa 4, Pemkot Minta RS Tambah Kapasitas

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 01:08 WIB
Pemkot Solo meminta rumah sakit swasta untuk menambah kapasitas ruang isolasi covid-19 seiring meningkatnya kasus. Pemkot Solo meminta rumah sakit swasta untuk menambah kapasitas ruang isolasi covid-19 seiring meningkatnya kasus. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Solo, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meminta rumah sakit swasta di wilayahnya untuk menambah kapasitas ruang isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) pasien covid-19.

Hal itu dilakukan karena jumlah kasus covid-19 di Solo dan sekitarnya terus meningkat selama beberapa hari terakhir. Terlebih, saat ini hanya tersisa 4 ruang ICU yang tersisa di Solo.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo Siti Wahyuningsih menyatakan penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 di Kota Solo.


"Kami minta rumah sakit untuk nambah, karena ICU itu kan tidak mudah," katanya usai rapat koordinasi penanganan covid-19 di Balai Kota Solo, Senin (14/6).

Total tempat tidur yang disediakan saat ini mencapai 636 ruang isolasi dan 127 ICU di 16 rumah sakit pemerintah maupun swasta yang menangani pasien covid-19. Beberapa rumah sakit bahkan sudah tidak mampu menerima pasien covid-19 karena ruang isolasinya sudah terisi 100 persen.

Menurut catatan Ning, bed occupation rate (BOR) ruang isolasi pasien covid-19 di Solo terpakai 433 bed atau 68 persen. Sedangkan untuk ICU kondisinya lebih mengkhawatirkan. Dari 127 ICU yang disiapkan, sudah 123 unit yang terisi.

"Sisa 4 saja," kata wanita juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo itu.

Ning mencatat mayoritas pasien covid-19 yang dirawat di Solo berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Warga Solo sendiri hanya menggunakan 88 atau 13,8 persen dari total ruang isolasi yang ada.

Sementara itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah bobolnya sistem layanan kesehatan di Solo. Ia menegaskan Kota Solo tetap akan menerima pasien dari daerah lain meski BOR di rumah sakit terus meningkat.

"Tetap tidak bisa ditolak," katanya.

Salah satunya langkah antisipasi yang disiapkan yaitu menyiagakan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) jika terjadi ledakan kasus di Solo. Rumkitlap tersebut dikhususkan untuk warga Solo jika fasilitas kesehatan sudah tidak lagi mampu menangani lonjakan kasus covid-19.

"Itu cadangan untuk warga Solo saja. Tapi kami usahakan jangan sampai terpakai," katanya.

(syd/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK