Bupati Solok Ngamuk Puskesmas Hanya Buka Sampai Jam 5 Sore

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 13:28 WIB
Bupati Solok ngamuk usai mengetahui ada puskesmas menolak pasien korban kecelakaan karena sudah melewati jam kerja pukul 17.00 WIB. Ilustrasi. Bupati Solok mengamuk lantaran IGD Puskesmas menolak pasien di atas jam 5 sore. (ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Solok, Sumatera Barat, Epyardi Asda memarahi petugas Puskesmas Tanjung Bingkuang lantaran diduga menolak pasien korban kecelakaan di atas pukul 17.00 WIB.

Kemarahan Epyardi terutama terluapkan kepada Yuliarni selaku Kepala Puskesmas. Dia kesal setelah mendapat laporan ruang instalasi gawat darurat (IGD) Puskesmas menolak pasien karena di luar jam kerja. Menurutnya, Puskesmas semestinya buka 24 jam. 

"Masa IGD cuma buka sampai jam 5, jadi kalau masyarakat sini jam 6 sore, mau mati, mati ajalah begitu," bentak Epyardi kepada bawahannya, seperti dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Selasa (15/6).


Dalam video tersebut, Epyardi diketahui langsung mendatangi Puskesmas. Ia semula meminta keterangan terkait penuturan warga yang telah menghancurkan jendela Puskesmas karena kerabatnya yang kecelakaan ditolak.

Selain meminta penjelasan kepada petugas Puskesmas, Epyardi juga meminta keterangan dari warga yang mengaku ditolak petugas Puskesmas sebelumnya.

"Katanya tidak menerima pasien. Jam kerjanya udah habis," ujar salah satu warga.

Mendengar penuturan warga, Epyardi langsung naik pitam. Ia memarahi belasan petugas Puskesmas Tanjung Bikuang. 

Ia juga menyobek surat pernyataan yang ditandatangani pada petugas Puskesmas disertai meterai berupa penolakan kerja di atas pukul 17.00 WIB.

Epyardi menyindir para petugas yang dinilai tak punya rasa pengabdian sebagai abdi negara. Menurutnya, mereka bekerja hanya untuk uang. Ia meminta agar para abdi negara itu menjadi pengusaha jika ingin kaya.

"Kenapa sih kalian itu kalau nggak dibayar, otak kalian uang, uang, uang aja. Kalian itu abdi masyarakat. Kalau nggak ada uang nggak kerja," katanya.

"Lihat surat ini menolak untuk kerja, kan nggak ada tindakan apa-apa. Dengan gagah, pakai meterai lagi," tukasnya.

Sementara belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas terkait peristiwa tersebut.

(thr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK