Ada Warga Kirim Pesan WhatsApp, Kapolri Klaim Layani

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 00:53 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku masih ada masyarakat yang mengadu ke dirinya langsung via WhatsApp. Listyo mengklaim langsung melayani. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku masih ada masyarakat yang mengadu ke dirinya langsung via WhatsApp. Listyo mengklaim langsung melayani (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji bakal melayani masyarakat yang melakukan pengaduan langsung kepada dirinya melalui aplikasi WhatsApp (WA).

"WA langsung ke Kapolri masih kami layani," kata Listyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6).

Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat sistem pelaporan secara online melalui dua aplikasi yang baru dirilis Polri, yakni aplikasi Dumas Presisi serta khusus untuk mengadukan personel atau ASN Polri yang bermasalah lewat aplikasi Propam Presisi.


Ia membeberkan bahwa sebanyak 8.000 lebih pengaduan masyarakat telah diterima melalui aplikasi Dumas Polri. Sementara di aplikasi Propam Presisi, kata Listyo pihaknya sudah menerima lebih dari 5.000 laporan.

"Pada saat ini kita telah me-launching aplikasi Dumas Presisi di mana saat ini ada 8.646 laporan pengaduan. Yang kedua, kita telah me-launching program Propram Presisi, ini juga sudah di-download oleh masyarakat, namun jumlahnya masih 5.060," katanya.

Listyo pun mengajak masyarakat untuk mengunduh dua aplikasi tersebut. Ia berharap dua aplikasi itu bisa meningkatkan pelayanan Polri di tengah masyarakat.

"Mungkin dalam kesempatan ini kami imbauan untuk seluruh rekan-rekan, bisa membantu menyosialisasikan sehingga dua program Presisi, ini yaitu program Dumas dan Propam," kata Listyo.

"Silakan masyarakat untuk men-download sehingga terkait kegiatan anggota kami, pelayanan anggota kami yang mungkin belum sesuai bisa dilaporkan melalui aplikasi ini, aplikasi ini akan tindak lanjuti," sambungnya.

(mts/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK