Calon Panglima, DPR Minta Jokowi Dengar Aspirasi Internal TNI

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 21:19 WIB
NasDem, Golkar, hingga PAN mendukung pilihan Presiden Jokowi terkait calon Panglima TNI untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan segera pensiun pada November mendatang. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah Fraksi di DPR menyerahkan calon pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto di kursi Panglima TNI kepada Presiden Joko Widodo. Namun demikian, ada catatan soal pertimbangan aspirasi internal militer dan masyarakat serta masalah reformasi pertahanan.

Sebelumnya, nama Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono digadang-gadang bakal menjadi suksesor Hadi.


Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya mendukung siapapun yang nantinya dipilih Jokowi sebagai Panglima. Namun, menurut dia, Jokowi harus mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum memilih calon panglima.

Pertama, kata dia, Jokowi tentu harus "mendengar berbagai masukan dan aspirasi yang secara khusus berkembang di internal TNI dan masyarakat".

Selain itu, Saleh juga meminta agar Jokowi mempertimbangkan rotasi matra yang memimpin TNI. Jika sebelumnya Marsekal Hadi Tjahjanto berasal dari matra udara, maka Jokowi bisa memilih calon panglima dari matra darat atau laut.

"Kalau mungkin selama ini sudah dipimpin oleh Panglima dari AU, mungkin sekarang bisa saja diserahkan pada yang berlatar belakang lain, bisa jadi AD atau AL," kata Saleh.

"Jadi kita minta laut atau darat lah. Tentu siapa di antara mereka yang paling pas, saya kira ada dua. Kriteria pertama tentu yang dibutuhkan presiden," lanjutnya.

Kemudian, menurut Saleh, yang harus menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih calon Panglima TNI yakni mengenai reformasi pertahanan di Indonesia. Termasuk reformasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

"Kedua yang dibutuhkan TNI dalam konteks melakukan reformasi pertahanan Indonesia. Jadi saya kira itu saja," tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Fraksi NasDem Willy Aditya mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan dua nama calon pengganti Hadi Tjahjanto.

"Keduanya (Andika dan Yudo) adalah putra terbaik bangsa yang layak memimpin institusi TNI. Presiden Joko Widodo sebagai panglima tertinggi memiliki hak prerogatif untuk memilih siapa di antara keduanya," kata Willy dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6).

Anggota Komisi I DPR RI itu mengingatkan pada akhirnya Jokowi yang berwenang memilih suksesor Hadi. "NasDem tentu akan mendukung pilihan Presiden siapa pun yang akan dipilihnya, sebagai wujud komitmen NasDem sebagai partai pendukung pemerintah," ungkap Willy.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Dave Laksono juga menilai Andika dan Yudo merupakan calon yang layak menggantikan Hadi.

"Semua calon memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menjadi Panglima TNI, sehingga siapapun yang presiden pilih merupakan calon yang terbaik, karena semua adalah ksatria tangguh yang Indonesia miliki," kata Dave.

Bursa Panglima TNI pengganti Hadi mulai ramai dibicarakan. Pasalnya, Hadi bakal memasuki masa pensiun November mendatang.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyatakan jika calon Panglima TNI mengerucut ke dua nama, yakni Andika dan Yudo Margono.

(dmi/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK