Polri Kerahkan 100 Personel Brimob Jaga Pos PPKM di Madiun

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 01:05 WIB
Polri menyatakan Kabupaten Madiun dan Bangkalan, Jawa Timur, menjadi salah satu fokus penanganan covid-19 saat ini karena jumlah kasus yang meningkat tajam. Polri menyatakan Kabupaten Madiun dan Bangkalan, Jawa Timur, menjadi salah satu fokus penanganan covid-19 saat ini karena jumlah kasus yang meningkat tajam. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menerjunkan satu kompi alias 100 pasukan Koprs Brigade Mobil (Brimob) untuk menjaga posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kabupaten Madiun dan Bangkalan, Jawa Timur.

"Masing-masing posko PPKM akan di-backup oleh 1 kompi pasukan," kata Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6).

Dia mengatakan wilayah tersebut akan menjadi salah satu fokus penanganan covid-19 saat ini mengingat jumlah kasus yang meningkat tajam.


Argo menjelaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut pada Jumat (18/6) karena peningkatan kasus yang signifikan.

"Di Madiun angka covid-19 meningkat karena ada klaster pernikahan," tambah Argo.

Argo mengatakan, upaya penerapan PPKM di zona merah dan kuning tersebut dapat dilakukan secara maksimal sehingga dapat menekan laju peningkatan kasus.

Sebelumnya, Pemkab Madiun menemukan 89 warga di Desa Bantengan dan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil tes cepat antigen ke RSUD Dolopo. Puluhan warga itu berasal dari klaster hajatan desa setempat.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan bahwa puluhan warga tersebut sedianya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing usai dites cepat antigen dan hasilnya positif. Namun pihaknya mengevakuasi warga itu mengantisipasi penyebaran.

"Karakter warga sini, isolasinya tidak diam di rumah masing-masing. Hal itu jelas berisiko terjadi penularan ke warga lainnya. Karenanya harus isolasi di rumah sakit. Lagi pula ada yang mengalami gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala," kata Dawami di sela kegiatan evakuasi, Senin (14/6) malam, seperti dikutip dari Antara.

Di lingkup nasional, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan lonjakan kasus virus corona usai Lebaran 2021 lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu. Pada pekan keempat usai Lebaran 2020, kasus naik 93,11 persen, sementara tahun ini naik hingga 112,22 persen.

Kasus positif covid-19 bertambah 12.624, Kamis (17/6). Dengan demikian, total kasus positif covid-19 di Indonesia menjadi 1.950.276 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo.

(mjo/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK