KSP Soal Three Musketeers Istana: Poyuono Berimajinasi

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 09:53 WIB
Staf KSP, Ade Irfan Pulungan menyebut tidak ada The Three Musketeers di Istana seperti diucapkan politikus Gerindra, Arief Poyuono. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menilai Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono tengah berimajinasi soal The Three Musketeers dan Jokowi tiga periode.

Arief sebelumnya mengaku telah mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode kepada The Three Musketeers Istana berinisial L, P, dan M.

"Tanyakan saja sama Poyu, kalau saya tidak paham. Mungkin saja dia lagi berhalusinasi atau berimajinasi, memunculkan 'tokoh' seperti ingin membuat skenario film drama," kata Irfan saat dihubungi, Rabu (23/6).


Poyu, dalam pernyataannya kepada CNNIndonesia.com, menolak membeberkan identitas jelas tiga sosok tersebut. Poyu hanya mengatakan bahwa tiga sosok itu merupakan orang-orang yang masukannya kerap didengar, loyal, serta setia kepada Jokowi.

"Cari tahu sendiri karena tak elok saya sebut nama-nama The Three Musketeers," ucap dia.

Menurut Irfan, pernyataan Poyu masih belum dapat dibuktikan. Ia pun meminta agar Poyu tidak membuat gaduh, karena pemerintah saat ini tengah menangani pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin tidak terkendali.

Irfan menegaskan, terkait wacana presiden tiga periode itu sejatinya telah ditolak mentah-mentah oleh Jokowi. Apalagi, saat ini fokus Jokowi dan pemerintah adalah untuk menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Pak Jokowi kan sudah tegas dan jelas sekali mengatakan berkali-kali untuk jabatan presiden tiga periode tidak punya keinginan dan niat, karena konstitusi mengatakan jabatan presiden hanya dua periode. Saat ini negara (Presiden) sangat fokus untuk penanganan Covid-19," jelasnya.

Wacana perubahan masa jabatan presiden dari dua menjadi tiga periode kembali hangat diperbincangkan publik saat ini. Sejumlah partai politik telah menyatakan menolak usulan mengubah masa jabatan maksimal presiden menjadi tiga periode dan duet Jokowi-Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

PDIP misalnya, menilai usulan kembali mencalonkan Jokowi akan mengubah UUD dan hal itu bertentangan dengan sikap partai. Penolakan juga disampaikan Partai Gerindra, Golkar, PPP, PKS, hingga Demokrat.

Namun, Penasihat Relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) untuk 2024 Muhammad Qodari tak mau ambil pusing terkait penolakan sejumlah partai politik terhadap wacana presiden tiga periode itu.

Menurutnya, relawan ingin terlebih dahulu fokus menggalang dukungan dari masyarakat saat ini, untuk merealisasikan usulannya. Ia meyakini parpol akan mengikuti jika rakyat sudah berkehendak.

(dmi/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK