Tangsel Pertimbangkan Tunda Belajar Tatap Muka

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 15:41 WIB
Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mempertimbangkan pembukaan sekolah di masa pandemi. Kemungkinan pembelajaran tatap muka akan diundur dari Juli 2021. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Detikcom/Adhi Indra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkap kemungkinan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Juli 2021 diundur di Tangerang Selatan karena peningkatan kasus Covid-19.

"Kalau nanti kami tatap muka, mungkin bukan awal tahun ajaran. Jangan sampai PTM mengorbankan kesehatan anak kita," kata Benyamin dalam acara yang disiarkan Youtube FMB9ID_IKP, Kamis (24/6).

Benyamin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM sejak Januari 2021. Setidaknya 79 persen sekolah di Tangsel sudah menyatakan siap melaksanakan PTM.


Benyamin mengatakan pihaknya tinggal menunggu izin dari orang tua melalui komite sekolah untuk membuka kembali kegiatan belajar di kelas. Namun kondisi pandemi tiba-tiba melonjak tinggi.

"Tapi dengan perkembangan sekarang ini, kami sedang evaluasi ulang. Karena setiap hari kami catat dan perhatikan perkembangan data-data covid, baik yang sembuh, penularan, kematian, kerumunan, titik konsentrasi tertinggi penyebaran pandemi corona," tuturnya.

Kekhawatiran Benyamin bukan hanya karena kasus Covid-19 saat ini melonjak tinggi. Tapi juga terhadap mutasi corona dari alpha hingga delta yang kini banyak didapati di sejumlah daerah.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan wacana PTM pada Juli 2021 masih berlanjut bagi daerah di zona oranye, kuning dan hijau.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri mengatakan daerah boleh menunda PTM di sekolah yang berada di zona merah dan melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Jika ada sekolah terpaksa belum PTM, kami tidak masalah. Sepanjang itu memang karena mengikuti tingkat bahaya yang ada di daerahnya, mengikuti Instruksi Mendagri No. 14 [Tahun 2021] tadi," tutur Jumeri, Rabu (23/6).

(fey/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK