Kemenkes dan IDI Buka Suara Soal Ampuh Vaksin Covid ke Nakes

CNN Indonesia | Jumat, 25/06/2021 02:21 WIB
Beberapa tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia walau sudah mendapatkan vaksin Covid, sementara yang lain berhasil sembuh. Ilustrasi tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim 90 persen tenaga kesehatan (nakes) yang pernah terpapar virus corona (Covid-19) telah sembuh.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan kesembuhan itu merupakan salah satu dampak positif dari vaksinasi Covid yang telah didapatkan oleh nakes.

"Vaksin kan tidak melindungi dari penularan jadi pasti akan ada yang tertular. Tetapi saat ini sudah 90 persen sehat dan sudah bekerja kembali," ucap Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/6).


Nadia tidak menjelaskan secara rinci jumlah nakes yang positif Covid-19. Ia juga tak menjelaskan jumlah detail nakes yang telah sembuh.

Meski begitu, Nadia mengaku pihaknya akan tetap meningkatkan pencegahan dan pengendalian infeksi di setiap fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

"Desinfeksi rutin harus terus dilaksanakan," ucap dia.

Nadia juga mengimbau agar masyarakat turut membantu meminimalisir potensi penyebaran virus, baik saat di rumah sakit ataupun di luar. Ia menyebut masyarakat harus mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan dan tidak menolak untuk divaksinasi.

"Kita sayangi nakes kita yang sudah 1,5 tahun ini terus berjuang di medan perang melawan covid-19. Kerjasama masyarakat sangat dibutuhkan saat ini," ujarnya.

Bebeda dengan Nadia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 61 dokter meninggal setelah terpapar Covid-19 sepanjang Februari-Mei 2021. Sebanyak 14 di antaranya diketahui sudah mendapat suntikan dosis vaksin virus corona.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi merinci, 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19, sementara 4 lainnya baru menerima satu dosis. Sementara 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin karena me punyai penyakit penyerta.

"Data kami dari Februari 23 persen dokter yang meninggal sudah divaksin. Jadi dari 61 orang dokter itu, yang sudah divaksin baru 14, yang lain belum," kata Adib saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (23/6).

Adib juga membeberkan laporan kematian dokter akibat terpapar Covid-19 juga mengalami kenaikan pada Juni 2021. Dalam pekan ketiga, ia sudah menerima hampir 20 dokter yang meninggal.

Padahal, pada April-Mei 2021 hanya di bawah 10 orang. Sehingga, secara kumulatif sudah ada 374 dokter yang meninggal akibat Covid-19 sejauh ini.

(yul/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK