Fadjroel Jadi Dubes, Jokowi Disebut Mungkin Akan Tanpa Jubir

CNN Indonesia | Senin, 28/06/2021 13:46 WIB
Ngabalin mengatakan tanpa jubir pun sebetulnya komunikasi publik dari Istana juga dapat berjalan seperti biasa. Presiden Joko Widodo. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Presiden Joko Widodo kemungkinan tidak lagi menunjuk juru bicara presiden menyusul Fadjroel Rachman masuk dalam daftar calon duta besar Indonesia.

"Bisa jadi (tidak menunjuk jubir baru). Pertama tentu, seberapa jauh tingkat urgensi dan kebutuhan yang nanti Pak Presiden lihat, karena selama ini juga berjalan normal saja kan," kata Ngabalin kepada wartawan, Senin (28/6).

Jokowi sejak periode pertama kepemimpinannya sempat memiliki dua juru bicara. Pada periode 2014-2019, Jokowi menunjuk mantan komisioner KPK Johan Budi sebagai juru bicara.


Kemudian, pada periode kedua, Jokowi menunjuk Fadjroel sebagai jubir. Namun, posisi Fadjroel sebagai jubir mendekati masa akhir, lantaran ia menjadi calon dubes Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.

Lebih lanjut, Ngabalin mengatakan bahwa keputusan akhir ada pada Jokowi apakah ia akan menunjuk jubir baru atau tidak.

"Apakah Bapak Presiden mau memilih stafsus baru bidang komunikasi atau tidak, sekaligus diangkat jadi jubir atau tidak itu nanti kewenangan Bapak Presiden," ujarnya.

Namun demikian, Ngabalin mengatakan, tanpa jubir pun sebetulnya komunikasi publik dari Istana juga dapat berjalan seperti biasa. Apalagi, menurut dia, di Istana masih ada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang dapat memberi pernyataan ke publik.

Selain itu, sejumlah tenaga ahli maupun deputi di KSP juga masih dapat mengelaborasi pernyataan Jokowi yang akan disampaikan ke publik.

"Komunikasi publik dari presiden maupun Istana Negara akan berjalan seperti biasa saja, tidak ada masalah. Ada tiga pilar penting di kompleks istana itu, ada bapak Moeldoko di KSP, kemudian ada Mensesneg, dan Menseskab," ujar Ngabalin.

Jokowi sebelumnya mengusulkan sebanyak 33 nama calon duta besar untuk mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI.

Sebanyak dua dari 33 nama itu adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani yang diusulkan menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat serta Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman yang diusulkan menjadi Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.

(dmi/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK