Amnesty Minta Jokowi Buktikan Bukan King of Lip Service

CNN Indonesia | Senin, 28/06/2021 20:50 WIB
Presiden Jokowi dinilai perlu membuktikan komitmennya melindungi kemerdekaan berpendapat dengan memerintahkan ungkap peretasan yang menimpa BEM UI. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta Presiden Jokowi membuktikan bahwa dirinya bukan King of Lip Service dengan menindak para peretas akun mahasiswa UI (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, meminta Presiden Joko Widodo membuktikan bukan King of Lip Service sebagaimana julukan yang disematkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kepadanya.

Permintaan itu disampaikan Usman merespons insiden dugaan peretasan sejumlah akun WhatsApp dan media sosial pengurus BEM UI. Menurut Usman, Jokowi harus membuktikan diri bukan King of Lip Service dengan melindungi pihak-pihak yang berbeda pandangan politik dengan pemerintah.

"Jika Presiden Jokowi tidak ingin dicap sebagai King of Lip Service maka ia harus menunjukkan ucapannya dengan komitmen nyata berupa kebijakan yang melindungi dan menjamin kemerdekaan berekspresi dan berpendapat, termasuk melindungi mereka yang berbeda pandangan politik dengan pemerintah," kata Usman dalam keterangannya, Senin (28/6).


Usman menyatakan bahwa semua pelaku peretasan wajib diproses dengan adil, transparan, independen, dan dijatuhkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku berdasarkan bukti yang cukup.

Ia menyatakan bahwa pemerintah juga harus memastikan bahwa aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan peretasan sejumlah akun WhatsApp dan medsos pengurus BEM UI secara transparan, akuntabel, dan jelas.

"Dugaan peretasan yang dialami beberapa aktivis mahasiswa dan pengurus BEM UI juga merupakan bagian dari pembungkaman kritik yang dapat melanggar hak atas kemerdekaan untuk berekspresi dan berpendapat," katanya.

Sebelumnya, sejumlah akun WhatsApp dan medsos pengurus BEM UI diduga diretas. Dugaan peretasan ini berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, Senin (28/6),

BEM UI diketahui mengkritik Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Raja Membual. Mereka menilai Jokowi tak pernah menepati janji yang diutarakannya.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra mengatakan akun WhatsApp Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI, Tiara Shafina tidak dapat diakses sekitar pukul 00.56 WIB.

Peretasan juga dialami oleh Wakil Ketua BEM UI, Yogie Sani. Menurut Leon, akun WhatsApp Yogie tak dapat diakses dan terdapat notifikasi bahwa akun yang bersangkutan telah digunakan di ponsel lain. Peretasan terjadi sekitar pukul 07.11 WIB.

Ia melanjutkan peretasan juga terjadi saat ada upaya masuk oleh pihak tak dikenal dalam akun Telegram Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah pada pukul 02.15 WIB.

Selanjutnya, pada Minggu (27/6) malam, sekitar pukul 21.45 WIB akun media sosial Instagram Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Syahrul Badri diduga mengalami larangan setelah mengunggah surat panggilan rektorat kepada pengurus BEM UI.

(mts/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK