ANALISIS

Kampanye Ivermectin dan Offside Moeldoko di Tepi Istana

CNN Indonesia
Selasa, 29 Jun 2021 11:52 WIB
Pengamat menilai seharusnya Moeldoko memimpin perumusan opsi-opsi kebijakan untuk dipasok ke Jokowi dan tidak mengurus detil soal obat covid-19. Kapala Staf Presiden Moeldoko. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyita perhatian publik dengan upaya mempromosikan Ivermectin sebagai penyembuh Covid-19.

Manuver Moeldoko terkait Ivermectin dimulai awal bulan ini. Moeldoko menggunakan atribusi sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) saat bicara Ivermectin.

Ia mengaku mengirim sejumlah dosis Ivermectin ke Kudus, Jawa Tengah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Bupati Kudus HM Hartopo mengaku menerima 2.500 dosis Ivermectin untuk disebar ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas.


Moeldoko sempat mendapat teguran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mereka mewanti-wanti bahaya penggunaan Ivermectin secara bebas. Namun Moeldoko tak berhenti menyokong Ivermectin. Ia juga memberi beberapa pernyataan guna meyakinkan publik terhadap khasiat obat tersebut.

"Menurut FLCCC Alliance sudah ada 33 negara yang menggunakan Ivermectin dalam mengatasi Covid-19, antara lain Brazil, Zimbabwe, Jepang, dan India," ungkap Moeldoko dalam sebuah webinar, Senin (28/6).

Front Line COVID-19 Critical Care (FLCCC) Alliance adalah kelompok petugas medis di Amerika Serikat yang menangani covid-19. FLCCC memang kerap mengampanyekan penggunaan ivermactin untuk penyembuhan covid-19.

Gencarnya Moeldoko menganjurkan penggunaan Ivermactin dipertanyakan karena dinilai di luar kewenangannya sebagai KSP.

Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai KSP tidak dalam ranah mendukung produk medis dalam penanganan pandemi.

Trubus memahami Moeldoko bicara dengan posisi sebagai Ketua Umum HKTI. Namun, ia mengingatkan jabatan Moeldoko sebagai KSP akan selalu melekat.

"Pak Moeldoko ini telah offside, menginformasikan sesuatu yang bukan bidangnya dan belum ada legalitasnya," kata Trubus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Dia berpendapat Moeldoko sibuk melakukan manuver politik pribadi. Ia kembali mengungkit soal KLB Demokrat yang digelar Moeldoko meski ia orang luar partai. Trubus mengatakan Moeldoko sebagai KPS seharusnya fokus menyuplai rumusan kebijakan kepada presiden.

"Selama ini kan langkah-langkahnya membuat malu Presiden karena sempat kaitan dengan Demokrat itu. Tak lepas dari ambisi pribadi untuk 2024, cari panggung. Istilahnya sesuatu yang bukan bidangnya pun juga diambil," ujarnya.

Peneliti poltiik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Jati juga mengkritik langkah Moeldoko. Dia menyayangkan orang dalam posisi strategis bicara di luar ranah dan tanpa dukungan saintifik.

"Ada semacam etika politik yang dilanggar karena sebagai seorang pejabat tinggi negara sudah tahu mana ranah pemerintahan dan politis. Yang sekarang ini terjadi kan proses yang tercampur aduk," ujar Wasisto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Wasisto berkata KSP didirikan sebagai lembaga think tank di balik presiden. Dia menilai seharusnya Moeldoko memimpin perumusan opsi-opsi kebijakan untuk dipasok ke Jokowi. Dia pun menyebut kajian kebijakan yang dihasilkan KSP cukup disampaikan ke presiden. Jika kajian itu dilempar ke publik, justru akan menyalahi tujuan awal pendirian KSP.

Menunggu Sikap Jokowi

Trubus berpendapat Presiden Jokowi harus segera bertindak menertibkan Moeldoko. Pasalnya, ia sudah beberapa kali membuat manuver yang justru menghebohkan publik. Trubus mengingatkan isu kudeta Demokrat.

"Ini kan pengaruhnya kepada public trust. Menurut saya, Pak Presiden harus mengambil langkah-langkah, apa Pak Moeldoko ditegur atau kalau perlu ya dipindah ke tempat lain," tutur Trubus.

Sementara itu, Wasisto mendorong Jokowi untuk mengembalikan fungsi KSP. Wasisto menyarankan Jokowi memberi teguran kepada Moeldoko atas sejumlah manuver yang berujung kegaduhan publik.

"Semacam teguran lisan tertulis, tidak lagi bermanuver eksternal, berarti internal saja," kata Wasisto.

Merespons pernyataan-pernyataan itu, Moeldoko membantah bicara Ivermectin sebagai KSP. Dia juga menyampaikan mendistribusikan obat tersebut untuk menolong banyak orang.

"Saya memberi Ivermectin kepada anggota saya di HKTI. Dari awal, saya sudah menyampaikan selaku Ketua HKTI/Panglima Tani. Banyak sekali para yang meminta dan berterima kasih," ucap Moeldoko lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Sementara itu, CNNIndonesia.com juga telah menghubungi Tenaga Ahli KSP, Ade Irfan Pulungan dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Ali Mochtar Ngabalin untuk meminta tanggapan tentang tudingan manuver Moeldoko tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan keduanya belum merespons. Pesan singkat dan panggilan telefon CNNIndonesia.com belum direspons.

(dhf/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER