Satgas Sebut Indonesia Masuk Gelombang Kedua Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 30/06/2021 08:13 WIB
Pandemi virus corona di Indonesia telah memasuki gelombang kedua. Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menjadi daerah penyumbang kasus terbanyak. Satgas Covid-19 menyatakan Indonesia sudah masuk dalam gelombang kedua penyebaran virus corona. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi virus corona di Indonesia telah memasuki gelombang kedua. Kondisi itu ditandai dengan kasus konfirmasi Covid-19 yang tembus 21.342 orang pada Minggu (27/6).

Tambahan kasus harian itu kemudian menjadi rekor baru selama pandemi Covid-19 berlangsung di Tanah Air.

Satgas mencatat total kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir telah melampaui puncak kasus yang terjadi pada Januari 2021. Saat itu, jumlah kasus Covid-19 dalam sepekan sebanyak 89.902. Sementara, total kasus dalam sepekan terakhir mencapai 125.396.


"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dikutip dari situs Satgas Covid-19, Rabu (30/6).

Wiku lantas membandingkan, pada puncak kasus pertama pada Januari-Februari 2021, kenaikan dari titik kasus terendah sebesar 283 persen dan sampai puncaknya dalam waktu 13 minggu.

Sedangkan pada puncak kedua ini, kenaikan dari titik kasus terendah mencapai 381 persen atau hampir 5 kali lipatnya dan mencapai puncak dalam waktu 6 minggu.

Indonesia sempat mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama yaitu selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen.

Melihat fenomena itu, Wiku menyebut faktor utama lonjakan kasus didukung aktivitas mudik dan arus balik Lebaran.

Kemudian munculnya beberapa varian Covid-19 baru yang telah masuk ke Indonesia, dan diperparah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Data terakhir Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan per 20 Juni mencatat sudah ada 211 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang tergolong 'Variant of Concern'. Rinciannya, 45 varian alpha, 6 varian beta, dan 160 varian delta.

"Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pascaperiode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku mencatat terdapat tiga provinsi yang menjadi kontributor terbanyak pada lonjakan kasus Covid-19 nasional, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Tiga provinsi itu konsisten menjadi penyumbang tertinggi, baik pada gelombang pertama maupun gelombang kedua pandemi di Indonesia.

Wiku mengingatkan meskipun pemerintah telah berupaya maksimal menangani pandemi, namun hal itu tidak akan efektif jika masyarakat abai dan lengah dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Masyarakat, terutama di ketiga Provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus covid-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting," ujarnya.

Hingga Selasa (29/6), total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.156.465. Dari jumlah itu sebanyak 1.869.606 orang sembuh, 228.835 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri, sementara 58.024 orang lainnya meninggal dunia.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK